04 April 2025

Get In Touch

Tiga Komunitas Seni Kolaborasi Gelar Narasi Kolektif di Kayun Heritage Surabaya

Perupa Desemba, salah satu anggota Komunitas MOM
Perupa Desemba, salah satu anggota Komunitas MOM

SURABAYA (Lenteratoday) -Menandai perjalanan kerja kreatif dari tiga komunitas seni, Museum of Mind (MOM), Clothes Culture Coffee (3C) dan Bombtrack berkolaborasi menggelar Narasi Kolektif di Kayun Heritage, Jalan Embong Kemiri Surabaya.

Salah satu ikon bangunan lawas di Jalan Embong Kemiri, malam itu, Kamis (22/12/2022), menjadi ruang ketiga komunitas seni tersebut menampilkan karya. Sejumlah lukisan, benda-benda dan busana modifikasi ditampilkan di antara dinding-dinding tua tanpa atap. Kayun Heritage tidak lagi hanya sebuah café, namun menjadi sebuah galeri seni rupa kolaborasi dari komunitas MOM, 3C dan Bombtrack, yang diberi judul Narasi Kolektif.

Perupa Desemba, salah satu anggota Komunitas MOM, mengatakan, Komunitas MOM bersama 3C dan Bombtrack menggelar pameran karya seni rupa di café tersebut, mulai Kamis (22/12/2022) hingga Sabtu (24/12/2022).

Brandon Frank dari komunitas 3C

Pameran seni rupa bertajuk Narasi Kolektif ini menandai sebuah perjalanan kolaborasi kerja kreatif dari ketiga komunitas tersebut.

“Narasi Kolektif ini adalah gawe bersama, bagaimana kolektivitas atau pertemanan dengan kawan – kawan di tiga komunitas ini menjadi kerja atau proses kreatif bersama. Melalui even ini, kami menarasikan kolektivitas atau pertemanan yang selama ini terjalin,” ungkap Desemba.

Desemba menekankan, makna dari pameran seni rupa ini aalah sebuah kerja bareng atau kolaborasi, dimana semua pihak memiliki peran dan andil masing - masing. “Semua punya peran yang sama, andil yang sama, kelelahan yang sama, kami semua berproses bersama di sini. Kami saling membantu, saling menyemangati dan saling mendukung dalam kerja kreatif ini,” tambahnya.

“Setiap komunitas memiliki visi yang berbeda, namun kami terhubungkan melalui spirit persaudaraan, maka ketika kami punya gagasan, kami bisa berkolaborasi, kerja bareng,” katanya.

Desemba berharap, kolaborasi ini akan berlanjut di tahun selanjutnya, secara lebih terencana, persiapan yang lebih matang dan bisa melibatkan lebih banyak lagi kawan seniman yang terlibat.

Sementara Brandon Frank dari komunitas 3C mengatakan, even ini juga merupakan bentuk perkenalan ke masyarakat umum adanya 3 komunitas MOM, 3C dan Bombtrack. “Dari perkenalan ini, selanjutnya akan ada agenda – agenda yang akan digarap bareng,” ucapnya.

Gupil dari Bombtrack

Ketiga komunitas ini memang memiliki karya yang berbeda. MOM yang cenderung menggelar karya seni rupa, 3C menampilkan busana modifikasi atau reworked custom, sedangkan Bombtrack menyajikan piercing dan tattoo, serta musik. Namun ketiganya bisa saling mendukung dalam proses kreatif bersama.

Arif alias Gupil dari Bombtrack menambahkan, beberapa agenda kolaborasi karya ini digelar di café agar lebih mudah dan luas ruang interaksi dengan masyarakat umum. “Jadi acara kami gelar di café, orang sambil ngopi di café bisa melihat dan berinteraksi dengan karya kita. Berbeda dengan di galeri misalnya, mungkin hanya kalangan seniman yang mampir dan berinteraksi di situ,” ucapnya.

Diakui Gupil, pertemanan dengan komunitas MOM dan 3C telah terjalin cukup lama dan erat. “Kami seperti saudara, kami saling mendukung dan membantu. Even yang diadakan MOM, selalu ada 3C dan Bombtrack. Seperti even Festival Tatto se-Indonesia yang diadakan Asosiasi Seniman Tatto Surabaya (ATOS), dan diikuti Bombtrack, beberapa waktu lalu, juga diikuti oleh MOM dan 3C.

Reporter: Miranti Nadya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.