06 April 2025

Get In Touch

Bantu Kendala Ojol Perempuan, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Rutin Lakukan Pendampingan

Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, memberikan arahan di acara Pertemuan dan Pendampingan rutin anggota Gaspol Kota Malang. (Foto:santi/lenteratoday)
Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, memberikan arahan di acara Pertemuan dan Pendampingan rutin anggota Gaspol Kota Malang. (Foto:santi/lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) – Melalui pertemuan rutin yang diadakan setiap awal bulan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang libatkan berbagai pihak untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan, pada puluhan ojek online (ojol) perempuan. Dalam kegiatan ini, ditampung berbagai keluh-kesah dan kendala di lapangan.

“Kegiatan ini dilakukan rutin setiap awal bulan di hari Kamis. Karena kesepakatan awal kita dari Provinsi itu di hari Kamis, sekalian dengan istighosah. Baru nanti kita merespon unek-uneknya ojol perempuan selama ini. Karena banyak dari mereka yang menyampaikan beberapa kendala,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Ani Rahmawiati, ditemui di tengah acara tersebut, Kamis (2/2/2023).

Ani mengatakan, beberapa kendala yang disampaikan para ojol perempuan yang tergabung dalam Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online (Gaspol) ini, diantaranya meliputi bidang kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan.

“Jadi misalnya anak dari ojol perempuan ini ketika masuk rumah sakit. Itu mereka dipersulit. Karena walaupun sudah menjadi peserta BPJS, itu mereka menunggak. Sehingga mereka tidak diperhatikan dan harus membayar tunggakannya dulu. Nah, akhirnya kami mendatangkan dari BPJS untuk merespon keluhan tersebut,” kata Ani.

Sama halnya dengan masalah di bidang pendidikan. Ani mengaku, saat ini pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, untuk mencari jalan keluar dari masalah yang menimpa ojol perempuan di Kota Malang ini.

“Nah, ini mereka menginginkan bagaimana biar (anak-anaknya) mendapat beasiswa. Kami juga menginginkan keterlibatan stakeholder lain. Yang akhirnya, meskipun saat ini belum terealisasi, kami masih mengusulkan ke PLN,” terangnya.

Lebih lanjut, tidak dipungkiri bahwasanya perempuan yang bekerja sebagai ojek online dapat digolongkan sebagai pekerja rentan. Oleh karena itu, untuk menambah skill lain bagi para anggota Gaspol ini. Pihaknya juga menggandeng Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Malang, untuk dapat memberdayakan para ojol perempuan dengan diberikannya kelas-kelas pelatihan keterampilan.

“Alhamdulillah IWAPI merespon dengan baik. Jadi, kami menggandeng IWAPI untuk memberdayakan para ojol perempuan ini dengan memberikan pelatihan keterampilan. Karena mungkin mereka (ojol) juga kepikiran untuk membuka usaha yang lain. Bisa saja mereka membuka warung, depot, butik kecil-kecilan, warung kue,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Dinsos Kota Malang juga turut melibatkan Polresta Malang Kota. Untuk menjamin keamanan dan rasa nyaman, bagi para ojol perempuan dalam menjalankan pekerjaannya. Sebab, Ani menyebutkan banyak ojol perempuan di Kota Malang yang masih bekerja hingga larut malam.

“Bahkan ada yang sampai jam 10-an malam. Kan tentunya mereka juga was-was. Akhirnya kami juga melibatkan dari pihak Polresta, yang sudah memberikan penjelasan, kalau misal nanti ada apa-apa bisa langsung mengontak ke nomor pengaduan. Jadi, apa yang dikeluhkan oleh ojol perempuan ini akan kami respon,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Gaspol merupakan program yang diinisiasi oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Yang bertujuan untuk menggerakan semua sektor agar lebih peduli dan merangkul para ojol perempuan. Saat ini, anggota Gaspol Kota Malang diperkirakan mencapai 91 orang dari total kurang lebih 150 anggota se Malang Raya.(*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor:widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.