05 April 2025

Get In Touch

Sarana Pendukung Bandara, Simpang Susun Bulawen Calon Episentrum Baru Kabupaten Kediri

Mas Dhito (kedua dari kanan) saat membahas infrastruktur pendukung bandara dengan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) dan PT Surya Kertaagung Toll.
Mas Dhito (kedua dari kanan) saat membahas infrastruktur pendukung bandara dengan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) dan PT Surya Kertaagung Toll.

KEDIRI (Lenteratoday)-Kecamatan Banyakan akan menjadi episentrum Kabupaten Kediri dengan pembangunan Simpang Susun Bulawen, sebagai infrastruktur pendukung Bandara Dhoho Kediri yang direncanakan beroperasi Oktober 2023 mendatang. Sebelumnya episentrum hanya Kecamatan Pare dan Ngasem.

Hal itu terungkap saat Pemkab Kediri bersama PT Surya Dhoho Investama (SDHI) dan PT Surya Kertaagung Toll melakukan pembahasan infrastruktur pendukung.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan, ada beberapa akses jalan yang menjadi prioritas yakni tol Kediri-Tulungagung, kemudian ada Simpang Susun Bulawen di Kecamatan Banyakan.

“Simpang Susun Bulawen dengan panjang 550 meter itu akan berpengaruh pada pertumbuhan daerah sekitar.Diharapkan ada pertumbuhan ekonomi yang baik di barat sungai," ucap bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini.

Pemkab Kediri, menurut Mas Dhito , berkomitmen membangun infrastruktur pendukung bandara. Selain akses jalan, akan dibangun Jembatan Jong Biru yang mulai dikerjakan Mei 2023 mendatang berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 38 miliar.

"Itu menjadi komitmen kami dengan Kementerian PUPR memenuhi kebutuhan yang menjadi penunjang bandara," tegasnya.

Selain infrastruktur yang menjadi prioritas tersebut, dalam pertemuan sore itu disampaikan pula rencana kegiatan peningkatan ruas jalan Gringging dari Pemprov Jawa Timur dengan anggaran Rp 25 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan PB Sudirman penghubung Banyakan-Tiron. Peningkatan ruas jalan ini, Pemkab Kediri mendapatkan Bantuan Keuangan (BK) dari Pemprov Jawa Timur Provinsi Rp10 miliar.

Bilamana terdapat sisa anggaran dari peningkatan jalan PB Sudirman, dalam pembahasan yang dilakukan sore itu sesuai rencana digunakan untuk peningkatan Jalan Jawa atau ruas Gringging-Tiron.

Direktur PT SDHI Maksin Arisandi dalam pertemuan itu menyampaikan progress pembangunan Bandara Dhoho Kediri sudah 72,41 persen atau masih sesuai jadwal untuk mencapai target operasional bandara di Oktober 2023.

Selain itu, pihaknya menyinggung mengenai aksesibilitas Bandara Dhoho Kediri. Menurut Maksin, ada kegiatan pengalihan jalan yang menjadi kewajiban SDHI untuk mengganti jalan yang terdampak langsung bandara, maupun jenis jalan yang dikerjakan untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat sekitar bandara.

"Khususnya yang berada di sebelah selatan proyek bandara misalnya di Selang, Kalipang maupun Bulusari," urainya.(*)

Reporter: Gatot Sunarko/editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.