
LUMAJANG,LETRA.ID- Badan Penanaman Modal (BPM) Kabupaten Lumajang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan bahasan utama sektor pertanian dan pariwisata. Direktur KADIN Institute, Dr Ir Jamhadi,MBA yang hadir sebagai narasumber mendorong hilirisasi komoditas unggulan Kota Pisang ini.
Melalui paparannya selama kurang lebih 20 menit, Jamhadimenekankan pentingnya industri hilir untuk memproses komoditas yang dihasilkandi Lumajang supaya ada nilai tambah yang didapat oleh petani dan pajak daerah.
Kalau perlu, Jamhadi akan mendatangkan investor supaya bisabekerjasama dengan masyarakat Lumajang dalam mengoptimalkan hilirisasi komoditasunggulan Lumajang. Beberapa komoditas itu antara lain pisang agung, pisang maskirana, pasir, mengkudu, umbi-umbian, padi organik, salak, dan buah-buahanlainnya.
Khusus pasir, Jamhadi mendorong Pemkab Lumajang supaya tidak hanya menjual pasir untuk dibawa keluar daerah, melainkan diproses terlebih dahulu. Misalnya dibuat pabrik beton precast, atau industri lain yang menggunakan bahan baku pasir.

Dan untuk komoditas agro, Jamhadi mengajak pelaku usahauntuk mengolahnya dahulu menjadi aneka makanan, kemudian dikemas, barudipasarkan."Kemasan dibuat menarik agar buyer minat, dan kami siap bantuuntuk memudahkan pemasaran ke ritel-ritel modern. Tidak cuma ritel di Lumajangsaja, tapi di seluruh Jawa Timur, bahkan sampai Indonesia," ujar Jamhadi,CEO PT Tata Bumi Raya.
Dengan mengoptimalkan hilirisasi komoditas Lumajang, Jamhadiyakin kesejahteraan masyarakat Lumajang bisa meningkat. Tidak hanya dariperdagangan, tapi juga dari sektor pariwisata dan investasi.
Dari realisasi investasi di sektor pariwisata sebesar Rp20,91 triliun pada tahun 2018 yang mencakup 2.688 proyek dengan menyerap 8.424tenaga kerja, Jamhadi berharap di tahun ini Kabupaten Lumajang bisa memberikankontribusi Lumajang besar."Jika sektor pariwisatanya berkembang, produkunggulan Lumajang juga ikut berkembang. Untuk menunjang itu, Pemkab Lumajangperlu membuat perda ekonomi kreatif," ujar Jamhadi.
Diakhir paparannya, Jamhadi membuka kesempatan bagi PemkabLumajang dan pelaku usaha untuk bermitra dengan KADIN Institute dalampemberdayaan sumber daya manusia (SDM), pelatihan manajemen, hinggamemanfaatkan riset untuk menghasilkan produk yang berkualitas, berdaya saing,dan tentunya dibutuhkan masyarakat.
Untuk diketahui, acara yang digelar pada 30 September 2019di ruang pertemuan Pemkab Lumajang diikuti oleh para Camat se-Kabupaten Lumajang,pelaku UMKM, komunitas, hingga sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) PemkabLumajang.
Selain Jamhadi yang ditugaskan oleh Ketua KADIN Jarim LaNyalla Mattalitti, hadir pula perwakilan dari Biro Perekonomian Setdaprov JawaTimur, BPM PTSP Provinsi Jawa Timur, Kasie Pelayanan BPM Lumajang, dan KepalaDinas Perdagangan Lumajang. Acara dibuka oleh Asisten Perekonomian danPembangunan Sekda Pemkab Lumajang, Yos Sudarso. (*)