05 April 2025

Get In Touch

Peter Wang Gelar Pameran Tunggal Fotografi "Silang Budaya di Lasem"

Salah satu foto yang berkesan di Pameran Tunggal Fotografi
Salah satu foto yang berkesan di Pameran Tunggal Fotografi "Silang Budaya di Lasem" Karya Peter Wang

MALANG (Lenteratoday) –Melalui 36 karya seni fotografi yang ditampilkan pada pameran tunggal bertajuk Silang Budaya di Lasem, fotografer Peter Wang, mengaku ingin menampilkan keharmonisan masyarakat lintas budaya di Lasem, yang dikenal sebagai wilayah pembauran 2 etnis Jawa dan Tionghoa.

“Selain itu, saya dapat cerita dari teman-teman bahwa kota Lasem ini masih sangat unik. Dulu juga dipercayai bahwa orang China pertama kali mendarat di pulau Jawa, itu di Lasem pada abad ke 11. Jadi, saat saya meninjau kesana ternyata memang Lasem ini sangat indah. Sangat eksotik,” ujar Peter Wang, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Selasa (14/2/2023).

Fotografer yang fokus mengabadikan beragam peristiwa sosial budaya ini menambahkan, pemburuan foto di Lasem telah dimulainya sejak tahun 2005 hingga 2014. Peter juga mengaku tak sendirian dalam memotret keunikan budaya di Lasem, ia bersama 8 orang fotografer lainnya bahkan telah memotret lebih kurang 10.000 frame.

“Banyak sekali foto-foto di Lasem. Karena sebenarnya saya kesana tidak sendiri. Kami ada tim, 1 tim isinya 8 orang. Jadi, kami mungkin punya lebih dari 10 ribu frame. Ini hanya 36 foto yang dipamerkan,” tambahnya.

Pameran tunggal fotografi "Silang Budaya di Lasem" Karya Peter Wang

Terkait dengan 36 karya yang dipamerkan dalam Dialectic Gallery, di Jl. Sumbing No 11, Kauman, Kota Malang ini, Peter menyampaikan bahwa keseluruhan tema dikerucutkan hanya pada karya yang menampilkan persilangan budaya yang terjadi di Lasem.

Lebih lanjut, Peter kemudian menceritakan terkait dengan foto-foto yang dianggapnya paling berkesan untuk ditampilkan dalam pameran. Pertama, yakni foto yang menggambarkan sosok Sidik, seorang pengrajin batik, asli Lasem yang hidup serba mandiri dan sebatang kara.

“Itu Pak Sidik, beliau pembatik yang semuanya dilakukan sendiri. Dia hidup sendiri, sebatang kara. Mulai dari membeli kain, nyelup, membatik, itu dilakukan sendiri. Sampai ke Jakarta juga berangkat sendiri. Tulisan di papan tulis itu tulisan tangan dia. Jadi itu mungkin ungkapan emosinya dia pada saat itu,” ungkap Peter.

Selain itu, terdapat satu foto yang semakin memperkuat tema Silang Budaya di Lasem. Yakni, foto yang menggambarkan patung Raden Panji, yang disembahyangkan dalam Klenteng. Menurut Peter, Raden Panji merupakan sosok pejuang asli Jawa yang diagungkan oleh masyarakat Tionghoa disana.

Pameran tunggal fotografi "Silang Budaya di Lasem" Karya Peter Wang

“Di galeri ini juga ada 1 foto, Raden Panji yang disembayangkan di Klenteng. Nah, itu betul-betul adalah seorang pejuang Lasem, orang Jawa yang memang diagungkan. Akhirnya disembayangkan disana,” serunya.

Sementara, potret keharmonisan 2 suku juga dipamerkan dalam 1 foto, yang mana menampakan suasana pasar dengan penjual dan pembeli yang saling berinteraksi rukun. Padahal mereka berasal dari budaya yang berbeda.

“Di sisi kiri. Itu ada suasana pasar, ada satu ibu-ibu yang sedang belanja di pasar kelihatan sambil ketawa dan guyon sambil interaksi. Dan itu memang foto kehidupan nyata disana. Mereka sudah saling kenal, sudah tau masing-masing,” tukasnya.

Diakhir, melalui dokumentasinya tersebut, Peter menyebutkan harapannya untuk dapat menjadikan Lasem sebagai destinasi wisata di Jawa Tengah, yang menampilkan sisi-sisi keunikan antar 2 ragam budaya.

Sebagai informasi, pameran tunggal fotografi Silang Budaya di Lasem, karya Peter Wang ini, dapat dinikmati oleh penikmat seni, dari tanggal 11 Februari 2023 hingga 25 Februari 2023.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.