
BATU (Lenteratoday) – Melalui Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) kota Batu tahun 2024, poin mengenai pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu di tahun 2023 ini, menjadi salah satu hal utama yang paling banyak mendapatkan sorotan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan, di tahun 2022 lalu Kota Batu mencatatkan perolehan PADnya sebesar Rp 201 miliar. Sedangkan untuk tahun 2023 ini, pendapatan PAD diproyeksikan sebesar Rp 250 miliar. Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan memaksimalkan potensi-potensi yang dapat mengejar target tersebut.
“Nah tentunya ini masih ada kesempatan kita untuk mengejar target tersebut. Jadi kami akan melakukan review kedepan terkait bagaimana dan apa saja potensi PAD kita di tahun 2023 ini agar bisa meningkat. Tentunya hasil masukan dari berbagai pihak termasuk tenaga ahli, kita ingin PAD kita tidak hanya 250 miliar, tapi sampai 300 bahkan hingga 350 miliar,” ujar Pj Wali Kota Batu, ditemui usai acara tersebut, Rabu (8/3/2023).
Pria yang akrab dengan sapaan Aries ini menyebutkan, bahwa beberapa potensi besar terdapat pada sektor pajak. Diantaranya seperti retribusi pajak restoran, perhotelan, serta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang perlu dipetakan kembali.
Sebab sebelumnya, salah satu anggota dari Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Mahmud menyampaikan, perlunya Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam melakukan pemetaan kembali, terkait dengan NJOP tanah yang sebelumnya merupakan lahan pertanian namun saat ini telah berganti menjadi perumahan, ataupun tempat usaha.
“Berarti kan itu NJOP nya naik. Nah itu lah yang harus kita petakan kembali. Dan mudah-mudahan nanti pada waktu berikutnya, kita akan membahas dengan berbagai pihak yang bisa mengapresial potensi PAD kita untuk meningkat lebih baik lagi,” lanjut Aries menanggapi.
Disisi lain, Aries juga menegaskan bahwa pihaknya akan membentuk tim gabungan dari beberapa ahli, yang akan mengidentifikasi langsung perihal mana saja sektor pariwisata di Kota Batu yang selama ini kedapatan melakukan penunggakan pembayaran pajak.
Sebab, jika dilihat dari julukan kota Batu yang terkenal dengan Kota Wisata, namun nyatanya sektor pariwisata masih belum maksimal untuk mampu menyumbang pendapatan asli daerah Kota Batu.
“Tadi juga disampaikan Prof. Chandra agar dibuatkan tim. Bagaimana kita membuat tim yang bersama turun ke lapangan, melihat dan mendeteksi secara langsung. Sehingga nanti akan kelihatan berapa potensi yang masih bisa digarap. Tim akan dibentuk sesegera mungkin,” pungkasnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Nurochman menyatakan, selain target PAD. Pemkot Batu juga perlu melakukan pembenahan pada beberapa usulan prioritas, mulai dari kemacetan, persoalan sampah, masterplan penanganan kawasan kumuh, hingga penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Batu.
Sebagai informasi, dalam acara yang dihadiri lebih dari 250 peserta tersebut terdiri atas Kepala Desa/Lurah se Kota Batu, tokoh masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Batu, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang dan Kota Malang.
Selain itu, juga mengundang beberapa narasumber dari Kepala Bappeda Prov. Jawa Timur, Akademisi dari Universitas Brawijaya (UB), dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH