05 April 2025

Get In Touch

Puluhan Seniman dengan Ratusan Karya Ramaikan 'Goresan dalam Sebuah Bingkai'

Salah satu pengunjung pameran Goresan dalam Sebuah Bingkai
Salah satu pengunjung pameran Goresan dalam Sebuah Bingkai

MALANG (Lenteratoday) – Salah satu komunitas seniman Malang Raya berjuluk Abinaya Creative Terrace, menggelar pameran seni lukis di salah satu Mal Kota Malang. Dalam pameran yang bertajuk Goresan Dalam Sebuah Bingkai, ini menampilkan 109 karya seni dari puluhan seniman yang tidak hanya berasal dari Malang Raya.

“Goresan dalam bingkai ini lebih menonjolkan ke lukisan dan kerajinan, total karya seni ada 109 lukisan. Yang terlibat disini ada sekitar 35 sampai 40 seniman Malang Raya. Bahkan juga ada dari Situbondo, Sidoarjo,” ujar Koordinator Komunitas seniman Abinaya Creative Terrace Malang Raya, Yoyon, ditemui dalam pameran tersebut, Sabtu (11/3/2023).

Pria yang akrab dengan sapaan Mas Yoyon ini menyebutkan, terdapat bermacam aliran yang dituangkan dalam karya seni lukis tersebut. Mulai dari surealis, realis, ekspresionis, hingga abstrak.

Menariknya, makna jumlah lukisan sebanyak 109, dikatakannya juga sebagai momen untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke 109 tahun, yang jatuh pada 1 April 2023 mendatang.

“Alirannya macam-macam, ada yang surealis, realis, ekspresionis, dan bahkan abstrak juga ada, macam-macam. Ada sekitar 109(karya seni lukis) karena juga menjelang HUT kota Malang ke 109 tahun,” tambahnya.

Selain berhubungan dengan hari jadi Kota Malang. Yoyon menjelaskan bahwa pameran tersebut sengaja digelar untuk mempromosikan hasil karya dari para seniman di Malang Raya. Menurutnya, saat ini para seniman sedang mencoba untuk kembali bangkit, setelah dilanda pandemi selama 2 tahun lalu.

“Sebenernya kami ingin mengangkat hasil karya dari teman-teman seniman di Malang, apalagi setelah pandemi kemarin kan agak lesu, jadi ini mulai sedikit-sedikit bangkit. Mungkin ini sudah 3 sampai 4 kali kami pameran, yang kemarin juga di hotel-hotel tapi tetap di kota Malang. Yang jelas ini kita komersilkan, ada harga dan ukurannya,” ungkap Yoyon.

Ketika disinggung pemilihan lokasi pameran, Yoyon mengaku bahwa hal tersebut berhubungan dengan hari jadi Lippo Group, yang menaungi Mal Malang Townsquare. Dalam hal ini, meskipun pameran berpusat di lantai 3 Matos, namun pengunjung dapat menemukan karya lukisan yang tersebar di beberapa lantai mal.

Lebih lanjut, meskipun penilaian dalam menikmati suatu karya seni bersifat subjektif, namun Yoyon mengaku bahwa salah satu karya favoritnya adalah lukisan bernuansa retro yang menampilkan gambaran alat musik. “Setiap orang pasti beda-beda seleranya. Tapi kalau saya, favoritnya yang berjudul Lentera. Itu dari warnanya gelap, tapi seolah nyata, kayak hidup gitu,” serunya.

Yoyon menyampaikan, terdapat beberapa agenda pada pameran yang digelar mulai tanggal 10-22 Maret 2023 ini. Mulai dari edukasi dan lomba melukis untuk anak usia sekolah, hingga edukasi terkait dengan salah satu permainan tradisional dari seorang budayawan, Mbah Yongki.

“Mulai Senin (13/3/2023) besok kami kolaborasi dengan siswa sekolah, nanti ada edukasi di lomba menggambar atau mewarna. Mungkin nanti tanggal 15 kami kolaborasi dengan mbah Yongki, budayawan yang terkenal dengan permainan tradisional Nyi Pututnya. Karena selama ini permainan tersebut terkenal mistis, padahal tidak, jadi kami ingin mencoba untuk mengedukasi,” pungkas Yoyon.(*)

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.