05 April 2025

Get In Touch

Buku Ke-3 Antologi Puisi Wartawan Usia Emas Akan Diluncurkan di Gedung Pers A. Azis Surabaya

Cover buku ke-3 Antologi Puisi Wartawan Usia Emas
Cover buku ke-3 Antologi Puisi Wartawan Usia Emas

SURABAYA (Lenteratoday) -Buku ke-3 Antologi Puisi karya wartawan usia emas atau WARUMAS akan diluncurkan di Balai Wartawan PWI Jawa Timur Jl. Taman Apsari Surabaya, Jumat (17/3/2022).

Buku edisi ke-3 ini diberi label “Wartakan Kemanusiaan, Kutulis Puisi” dipersembahkan khusus untuk memperingati Hari Pers Nasional 2023. Sebelum resmi dirilis, digelar juga acara baca puisi  bareng di hotel Artotel TS Suites Surabaya pada hari Rabu (15/3/2023).

Para wartawan yang menulis dalam buku antologi puisi ini adalah: Achmad Pramudito, Amang Mawardi. Arieyoko, Aming Aminoedhin, Ida Nurshanti Nicholas, Imung Mulyanto, Karyanto, Kris Mariono, Nurkhasanah Yulistiani, Rokim Dakas, Sasetya Wilutama, Toto Sonata dan Widodo Basuki. Mereka adalah para wartawan berusia 50 tahun ke atas dan sebagian besar masih aktif sebagai wartawan.

Widodo Basuki misalnya, saat ini adalah pimpinan redaksi majalah berbahasa jawa Jaya Baya. Nurkhasanah merupakan wartawati media online beritalima.com, Achmad Pramudito mantan wartawan Harian Surya dan sekarang mengelola media online iniSurabaya.com.

Imung Mulyanto mantan redaktur budaya Harian Surabaya Post dan Pimred Arek TV Surabaya, Sasetya Wilutama mantan kreator program di SCTV dan kini tenaga kependidikan di Stikosa-AWS. Arieyoko mantan Ketua PWI Bojonegoro.

Toto Sonata mantan redaktur harian Suara Indonesia. Karyanto mantan wartawan Harian Surya dan kini mengelola media online arekmemo.com, sedangkan Amang Mawardi mantan wartawan Harian Pos Kota dan banyak menulis buku.

ARSIP: peluncuran buku Ke-2 Antologi Puisi Wartawan Usia Emas

Ketua Warumas Kris Mariono, mengatakan, berbeda dari edisi sebelumnya, pada penebitan ke-3 ini menghadirkan penulis tamu, antara lain Djadi Galajapo dan Ketua Stikosa-AWS, Dr Meithiana Indrasari, ST, MM yang masing-masing menulis dua judul puisi.

“Kita akan terus konsisten menerbitkan Antologi Puisi dan  menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, untuk mengembangkan kegiatan literasi khususnya puisi” ujar mantan Wartawan RRI Surabaya tersebut.

Kris Mariono menambahkan, pada penerbitan edisi ke-2 “Kucinta Negeri Kutulis Puisi” bulan September tahun lalu, bekerja sama dengan kantor Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Jatim dan Surabaya Suite Hotel.

Apresiasi

Puisi adalah ekspresi intelektualitas. Dan wartawan adalah kaum intelektual. Mereka pemilik jiwa-jiwa matang hasil observasi kehidupan. Dulu ekspresi mereka dituangkan dalam bentuk berita.

Kini, setelah memiliki banyak waktu berkontemplasi, dituangkan dalam bentuk puisi. Maka karya yang dihasilkan tentulah merupakan  buah perenungan mendalam hasil dari pengalaman selama berpuluh-puluh tahun menjadi jurnalis.

Demikian Sapto Anggoro, Ketua Komisi Pendataan, Penelitian dan Ratifikasi Pers Dewan Pers yang memberikan kata pengantar di buku antologi puisi ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Lutfil Hakim, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim. Menurut Lutfil, antara jurnalistik dan sastra sudah lama menyatu. Ibarat koin mata uang dengan sisi yang bebeda. Namun pada dasarnya sama, yakni berada dalam ruang bahasa dan mengolah kata-kata (*)

Reporter: Miranti Nadya, Rls|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.