05 April 2025

Get In Touch

Jembatan Lantai Kayu di Kota Malang akan Dilakukan Penggantian Kontruksi

Jembatan Sopan, Oro-oro Dowo, Kota Malang bordesnya diganti besi (14/3/2023)
Jembatan Sopan, Oro-oro Dowo, Kota Malang bordesnya diganti besi (14/3/2023)

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Malang) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) akan segera melakukan perbaikan konstruksi jembatan-jembatan kayu yang berada di Kota Malang, secara bertahap.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, jembatan yang semula menggunakan kayu sebagai alas utamanya, dianggap lebih cepat rusak, sehingga pihaknya mengaku akan mengganti material tersebut dengan menggunakan alas pelat bordes.

“Antisipasi jembatan rawan dan bolong-bolong akan kita lakukan perbaikan dan pemeliharaan. Makanya sekarang jembatan yang berstruktur kayu itu akan kita ganti dengan pelat bordes. Biar lebih kuat, umurnya lebih panjang juga, kemudian plat bordes itu kan materialnya metal jadi bagus,” ujar Dandung, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, Selasa (14/3/2023).

Dandung menambahkan, umur jembatan yang beralaskan kayu cenderung lebih pendek, dibanding dengan jembatan beralas pelat bordes. Terlebih, jika jembatan tersebut terus menerus dilewati oleh kendaraan yang mempunyai beban cukup berat.

“Karena (kontruksi) utamanya jembatan itu selama ini pakai kayu, baru diaspal. Umurnya kalau kayu itu tergantung beban yang melintasi juga. Apalagi kalau aspalnya ada yang lobang sedikit saja, tentu akan kemasukan air, nah air masuk ke kayunya, jadinya lapuk,” terang Dandung.

Sedangkan menurut Dandung, setelah dilakukannya perhitungan konstruksi, menunjukan bahwa pelat bordes dinilai lebih kuat menanggung beban kendaraan yang melintas, pun dikatakannya jika umur jembatan juga diprediksi lebih panjang.

Jembatan Mergosono sebelum diperbaiki jadi alas pelat bordes

“Gak akan menambah beban. Karena kita juga sudah menghitung kekuatan dari kontruksi rangkanya akan mampu menampung beban itu. Kalau nanti penerapannya mode statis atau mengayun, itu tergantung dari panjang pendeknya, kemudian jenis tanah untuk menopang jembatan,” urainya.

Lebih lanjut, disebutkan oleh Dandung bahwa jembatan Mergosono Gang V, menjadi salah satu contoh jembatan yang telah selesai dilakukan pergantian dari alas kayu menjadi pelat bordes. “Jadi kalau pelat bordes ini terakhir kalau gak salah di Mergosono gang lima. Itu yang jembatan penghubung dengan kelurahan Bumiayu,” jelasnya.

Disisi lain, meskipun dinilai memiliki material yang lebih kuat. Nampak beberapa pengendara roda dua yang masih menuntun kendaraannya saat melintasi Jembatan Sopan, Oro-oro Dowo. Padahal, jembatan tersebut telah diganti menggunakan alas bordes. Menanggapi hal ini, Dandung menyebutkan struktur jembatan yang sempit menjadikan alasan para pengendara untuk menuntun kendaraannya, saat melintasi jembatan tersebut.  

“Kalau itu kan karena jembatannya sempit, sedangkan orang naik kendaraan itu kan kadang gak konsentrasi, dikhawatirkan kalau dinaiki kemudian di tengah jembatan ada senggolan, kan lebih bahaya, Jadi lebih ke keamanannya,” pungkas Dandung.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.