05 April 2025

Get In Touch

Pembukaan Yayasan Sarinah Djoeang, Mbak Puti: Perempuan Punya Peran Penting Membangun Bangsa

Pembukaan Yayasan Sarinah Djoeang di Jl Raya Nilam No 1, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo
Pembukaan Yayasan Sarinah Djoeang di Jl Raya Nilam No 1, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo

SIDOARJO (Lenteratoday) Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Puti Guntur Soekarno membuka acara peluncuran Yayasan Sarinah Djoeang. Acara diselenggarakan Gerakan Pemuda Marhaenis berlangsung di Jl Raya Nilam No 1, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Senin (20/3/2023).

Yayasan Sarinah Djoeang ini nantinya akan bergerak di bidang sosial yang memperjuangkan hak-hak keadilan sosial terutama bagi kaum perempuan. Mulai dari pendampingan hukum, pendidikan, hingga pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari para ibu.

Launching yayasan dihadiri oleh para ibu dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sidoarjo. Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Bambang Riyoko.

Juga, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Sidoarjo,Tri Endroyono, serta Wakabid Kehormatan Partai, Edy Widodo yang juga sebagai tuan rumah acara.

Mbak Puti menjelaskan latar belakang pendirian Yayasan Sarinah Djoeang. Tak lain karena memiliki makna sejarah yang harus tetap diingat oleh generasi sekarang, terutama perempuan.

Sarinah, menurut Mbak Puti, adalah sosok perempuan yang mengasuh Bung Karno semasa kecil. Ia menjadi perempuan, selain ibu dari Soekarno, yang turut membentuk karakter dan kepribadian Soekarno.

“Bisa dibilang sarinah ini mbok-nya soekarno. Makannya kenapa PDI Perjuangan itu mengambil arti dari Perjuangan dari wong cilik, karena Bung Karno juga lahir dari wong cilik,” kata Mbak Puti.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Puti Guntur Soekarno dalam acara peluncuran Yayasan Sarinah Djoeang, Senin (20/3/2023)

Dari dua sosok perempuan itu, lanjut Mbak Puti, yang membantu Bung Karno menjadi sosok tokoh berkarakter yang disegani bangsa-bangsa lain di dunia.

“Sosok Bung Karno yang besar, yang menjadi tokoh dari ideologi kita Pancasila, karena andil dua perempuan tersebut, ibunda Bung Karno dan Mbok Sarinah,” terangnya.

Mbak Puti menambahkan, ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari sejarah Bung Karno bersama sang ibunda dan Mbok Sarinah.

“Perempuan menjadi manusia pertama dari anak-anak kita. Karena itu sebagai perempuan harus bisa mendidik anaknya dengan baik agar menjadi penerus bangsa yang memiliki budi pekerti dan mampu meneruskan perjuangan Bangsa Indonesia,” harapnya.

Pada akhir sambutannya, Mbak Puti mengajak kepada semua hadiri untuk bersama-sama menjadikan Yayasan Sarinah Djoeang untuk membantu masyarakat, terutama kaum perempuan.

“Mudah mudahan kedepan apa yang kita lakukan, dari Yayasan Sarinah Djoeang ini agar dapat membantu permasalahan sosial terutama perempuan-perempuan yang ada di sekitar kita,” tutup Mbak Puti (*)

Reporter: Angga Prayoga|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.