05 April 2025

Get In Touch

Berupaya Tangani Stunting Secara Masif, Pemkot Batu Gerakkan Program BAAS

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai saat memimpin rapat kerja penanganan Stunting bersama OPD Kota Batu, di Rupatama Balai Kota Among Tani (Dok. Prokopim Pemkot Batu)
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai saat memimpin rapat kerja penanganan Stunting bersama OPD Kota Batu, di Rupatama Balai Kota Among Tani (Dok. Prokopim Pemkot Batu)

BATU (Lenteratoday) – Terus berupaya dalam menurunkan angka stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya mulai gerakkan program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). Langkah ini untuk memberikan intervensi kepada Baduta atau anak dibawah usia dua tahun yang mengalami stunting.

“BAAS merupakan program pendampingan pada Baduta stunting yang mengalami masalah selain kesehatan selama 3 bulan. Untuk tahap awal, Seluruh OPD akan melakukan invervensi kepada 40 Baduta Stunting di Kota Batu, dengan masing-masing satu Baduta Stunting untuk satu OPD,” ujar Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, saat ditemui di Balai Kota Among Tani Batu, Selasa (21/3/2023).

Pria yang akrab dengan sapaan Aries ini menyampaikan bahwa penanganan stunting harus dilakukan bersama-sama. Maka, dengan adanya program BAAS ini pihaknya mengharap dalam waktu tiga bulan, angka stunting di Kota Batu dapat turun secara signifikan.

“Ini adalah tugas kita bersama, tidak hanya tugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan. Maka dengan kita menjadi orang tua asuh, kita berkomitmen untuk bersama-sama menurunkan angka stunting,” serunya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari mengatakan, jika melihat prevelensi stunting Kota Batu bersadarkan bulan timbang di bulan Februari 2023 ini, tercatat bahwa angka stunting di Kota Batu masih berada pada persentase 13,2 persen.

Senada dengan penuturan Pj Wali Kota, Kartika juga menghendaki bahwa dengan adanya pendampingan dan upaya kolaboratif yang dilakukan oleh semua pihak, diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kota Batu.

“Dengan sinergis dan kolaborasi dalam melakukan pendampingan orang tua dengan anak berstatus stunting. Kita pastikan bahwa anak mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, melalui Program BAAS ini, Kartika menjelaskan, orang tua asuh yang dalam hal ini ialah seluruh ASN di lingkup Pemkot Batu, akan memastikan bahwa baduta yang diasuh memperoleh asupan makanan gizi seimbang sesuai program isi piringku, kemudian memperoleh jajanan yang sehat, serta mendapatkan pelayanan posyandu Ketika sakit.

Diakhir, pihaknya juga menyampaikan bahwa pendampingan pada baduta stunting dan keluarganya, harus mengacu dengan intervensi yang harus dilakukan. Sampai dinyatakannya bahwa status gizi dari baduta yang diasuh terbukti meningkat. Yang diketahui dengan penambahan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) secara signifikan, serta adanya perubahan perilaku yang positif dari pola asuh, pola makan, dan kebiasaan keluarganya.(*)

Reporter: Santi Wahyu/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.