KABAR tak sedap datang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Bukan jadwal yang mundur lagi tapi Pemerintah China meminta Pemerintah Indonesia agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat menjadi penjamin pinjaman utang proyek tersebut. Permintaan jaminan utang tersebut untuk memberikan pinjaman yang digunakan dalam membayar pembengkakan biaya (cost overrun) dari proyek strategis nasional tersebut. Beban utang negeri ini memang berat untuk mewujudkan proyek sepanjang 142,3 kilometer (km). Sebelumnya juga diketahui, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bahkan gagal merayu China untuk menurunkan bunga pinjaman dari 4% ke 2%. Hanya disepakati koreksi tipis sebesar 3,4%. Bukan berarti Indonesia berpotensi gagal bayar. Hanya saja, beban utang yang ditanggung akan sangat berat dan ujungnya akan mengandalkan APBN. Namun jika kondisi buruk menimpa dan negeri ini tak mampu bayar utang, maka konsesi pengelolaan kereta cepat bisa diambil alih kreditur China.Duh! ( BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI)https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/04/14042023.pdf
[3d-flip-book id="136293" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/04/14042023.pdf">