TAK bisa dipungkiri bila operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Bandung Yana Mulyana menjadi bukti bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih ada. Diduga Yana menerima suap atas pengadaan barang dan jasa dari jaringan internet hingga CCTV. Sebanyak 6 tersangka-- termasuk Yana--pun langsung ditahan. Kinerja komisi anti-rasuah makin menterang karena pekan lalu, tepatnya Jumat (7/4/2023) Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil, juga digelandang dalam suap. Namun di sisi lain muncul prasangka. Saat KPK menggeber OTT, sang Ketua Firli Bahuri saat ini sedang dalam sorotan publik karena dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas). Sederet kasus sedang dihadapi Firli, mulai dari penghentian Endar Priantoro yang memicu polemik dengan Kapolri hingga dugaan melakukan pembocoran data. Dewas KPK sendiri telah memeriksa semua pimpinan KPK, termasuk Firli. Namun hingga kini belum ada keputusan terkait laporan berbagai elemen masyarakat itu. Nyali Dewas KPK pun dinanti. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINIhttps://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/04/17042023.pdf
[3d-flip-book id="136562" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/04/17042023.pdf">