
SURABAYA – Investor asal Jepang tertarik dengan industri galangan kapal di Jatim khususnya di kawasan Lamongan. Hal itu disampaikan H Kinoshita (Chairman Japan Indonesia Business Association) saat memimpin rombongan para investor Jepang bertemu Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Gedung Negara Grahadi, Kamis 10 Oktober 2019.
Kinoshita yang didampingi Direktur KADIN Institute, Jamhadi, mengungkapkan bahwa para pemilik modal asal Jepang ini telah melakukan peninjauan galangan kapal di kawasan Lamongan. Bahkan mereka juga sudah bertemu langsung dengan Bupati Lamongan Fadeli. “Pak Bupati Lamongan cukup welcome dan berhadap bisa bekerja sama,” katanya di hadapan Wakil Gubernur Jatim.
Dia menandaskan, ketertarikan pada pengusaha Jepang ini setelah melihat langsung ada enam galangan kapal di Lamongan yang sudah mengantongi izin dan dua sudah beroperasional. Sehingga mereka sudah cukup siap untuk dilakukan kerja sama. Untuk itu, dia mengharapkan melalui Wakil Gubernur Jatim supaya Pemprov Jatim memfasilitasi kerja sama bisnis tersebut.
Bahkan, para pengusaha kapal ini juga membuka peluang bagi pelaku industri kapal di Jatim supaya mengirimkan sumber daya manusia mereka untuk belajar teknologi kapal di Jepang. Dengan demikian, akan terjadi alih teknologi yang bisa diterapkan di Indonesia.
Selain pada sektor industri galangan kapal, rombongan pengusaha asal negeri matahari terbit ini juga menawarkan kerja sama pengiriman tenaga kerja dari Indonesia ke Jepang. Mereka siap untuk memfasilitasi dengan mencarikah tempat kerja. Namun, para pekerja yang akan dikirim ini terlebih dulu harus menguasai bahasa Jepang.

Tak ketinggalan, mereka juga menawarkan kerja sama pada sektor pendidikan khususnya terkait dengan metode matematika dasar. Dari hasil penelitian yang mereka lakukan, bahwa penerapan metode matematika yang mereka berikan memiliki hasil cukup signifikan. Untuk itu mereka berniat memberikan pelatihan gratis pada guru-guru taman kanak-kanak supaya metode tersebut bisa diterapkan pada anak didik yang masih usia dini.
Direktur KADIN Institute, Jamhadi, menambahkan para pengusaha asal Jepang ini cukup serius ini melakukan kerja sama dengan Jawa Timur. Mereka menangkap peluang usaha yang cukup bagus termasuk dibidang galangan kapal. “Kami sudah berkunjung ke Lamongan, di sana ada beberapa tempat galangan kapan yang sudah siap untuk dikerjasamakan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyambut baik para investor tersebut. Dalam pertemuan itu dia mengaku akan serius memfasilitasi kerja sama bisnis antara Jepang dengan Jatim ini. Bahkan dia sempat memberikan masukan terkait dengan lokasi bisnis. “Jika memang proyeksi dari bisnis ini nanti adalah teknologi maka yang tepat adalah di Surabaya dan sekitarnya, tapi jika produksinya adalah banyaknya tenaga kerja lokal maka lebih baik ke daerah lain di kawasan selatan Jatim, karena ulahnya yang masih murah. Daerah itu juga sudah mudah diakses dengan adanya jalan tol,”katanya.

Lebih lanjut Emil mengatakan terkait dengan kerjasama pada industri teknologi galangan kapal akan dikawal langsung oleh Dinas Penanaman Modal dan KADIN. Terlebih lagi mereka ini sudah datang ke Lamongan melihat langsung industri galangan kapal di sana. “Kami ucapkan terimakasih pada Pak Bupati Lamongan yang sudah menerima mereka ini dengan baik, kami berharap kerja sama bisnis ini bisa berlanjut,” kata Emil setelah pertemuan.
Selain juga ada bantuan teknis dari Jepang bagaimana anak-anak yang pintar matematika bisa mendapatkan bimbingan metode khusus sehingga mereka lebih bagus lagi. “Mereka ini menawarkan akan memberikan pelatihan pada guru-guru sekolah TK, tapi kan ada pendapat bahwa anak TK itu jangan diajarkan calistung dulu, nah kami tawarkan bagaimana jika diterapkan pada anak kelas satu atau dua SD dulu,” lanjut Emil.

Terpisah, Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti menyambut baik investor Jepang yang akan berinvestasi di Jawa Timur. Inventasi ini bisa mengajak pengusaha lokal sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Akibatnya mampu memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.