
Surabaya – Direktur KadinInstitute, Dr. Ir. Jamhadi MBA, berkesempatan berdiskusi dengan Ketua DewanPerwakilan Daerah (DPD) RI yang juga Ketua Kadin Jawa Timur (Jatim), La NyallaMattalitti di Surabaya, Sabtu (12/10). Dalam kesempatan ini banyak gagasan yangmuncul terutama terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatim khususnyadan Indonesia secara umum.
“Para anggota DPD ke depan akanmenghimpun permasalah-permasalahan dari daerah, untuk dibawa ke nasional. Kitadiskusikan untuk cari jalan keluarnya. Bukan permasalahan nasional dibawa kedaerah” ujar La Nyalla.
Jatim pun dinilai bisa menjadi trigger perekonomian berbasis kerakyatan dengan baru disahkannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, di Kabupaten Malang. “Akan sangat bagus sekali bila tiap daerah ada beberapa KEK sesuai potensi masing-masing,” katanya.

Apalagi saat ini berbagai infrastruktur, khususnya jalan tol dipastikan akan mempermudah ruang gerak masyarakat di bidang perekonomian. “Perlu dibentuk sentra-sentra industri di tiap ujung atau pintu keluar/masuk tol. Dengan cara ini memudahkan industri dalam hal distribusi dan transportasi. Di sisi lain pengelola jalan tol juga akan mendapatkan imbas positif,” ujar Direktur Kadin Instutite sekaligus Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi dalam diskusi tersebut.
Hadirnya industri ini diyakinimampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menambah lapangan kerjabaru. Jamhadi menjelaskan, Jawa Timur memiliki potensi foreign direct investment (FDI) atau investasi dari luar negeritidak kurang dari 38 negara. Sehingga dengan adanya KEK juga akan meningkatkancapaian kinerja trade dan investment di Jatim.
Terkait kawasan ekonomi khusus,Jamhadi mengatakan memang akan membuat perekonomianmasyarakat bergerak lebih cepat. Hal itu menurutnya juga harus dibarengi denganperaturan daerah (Perda) ekonomi kreatif untuk memfasilitasi era industry 4.0.“Perda ekonomi kreatif penting dibuat karena era sekarang industri sudahmengarah ke industri kreatif. Banyak perusahaan-perusahaan startup yang gointernasional karena menghasilkan produk-produk kreatif yang mampu bersaingdengan produk luar negeri,” ujarnya.
Melalui perda ekonomi kreatif,kata CEO PT Tata Bumi Raya ini, setidaknya ada payung hukum untuk mendukungkeberadaan industri kreatif di Surabaya. Karena masa depan industri kreatifcukup menjanjikan, dan bisa membuat lapangan kerja baru.
Dari laporan OPUS Outlook 2019,pada tahun 2016, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasionaltercatat sebesar 7,44 persen. Hal tersebut tentu searah dengan terciptanyalapangan kerja.
Di akhir diskusi, La NyallaMattalitti meminta kepada Jamhadi agar bisa menggerakkan perekonomiankerakyatan di Jawa Timur melalui Kadin. “Kalau perlu Pak Jamhadi menularkanilmunya ke seluruh Kadin di daerah Jatim, termasuk provinsi lain,” tutur LaNyalla.(*)