07 April 2025

Get In Touch

Mayat dalam Karung di Kabupaten Kediri Diduga Warga Desa Banggle, Ngadiluwih

Sulastri, ibu korban DL diduga mayat dalam karung yang ditemukan di dekat situs arca Totok Kerot Kabupaten Kediri.
Sulastri, ibu korban DL diduga mayat dalam karung yang ditemukan di dekat situs arca Totok Kerot Kabupaten Kediri.

KEDIRI (Lenteratoday) – Jenazah perempuan di dalam karung yang ditemukan di area persawahan Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mulai menemukan titik terang. Hasil penyidikan, mayat tersebut diduga kuat adalah DL (perempuan) warga Desa Bangle, Kecamatan Ngadiluwih, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha mengatakan berdasarkan hasil penyidikan diketahui korban masih berusia (20 tahun). “Kita duga kuat mayat perempuan dalam karung itu adalah DL, warga Desa Bangle, Kecamatan Ngaduluwih. Kita masih dalami motifnya, anggota masih proses penyelidikan,” jelas Rizkika saat dihubungi awak media, Minggu (8/7/2023).

Ditanya terkait terduga pelaku, Rizkika enggan menyebut, karena saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Nanti kita rilis, pengembangan ke arah terduga, kita masih melakukan pengembangan terduga pelaku,” ujarnya.

Secara terpisah, Sulastri (43) ibu DL korban dugaan pembunuhan yang mayatnya dalam karung di Kediri memberikan kesaksian. Terakhir kali bertemu dengan korban di rumah orang tuanya Maryono di Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, pada Rabu (5/7/2023) siang.

Sudah menjadi kebiasaan DL, selalu pulang ke rumah kakeknya saat istirahat siang. Dia bekerja pada sebuah tempat foto kopi di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih. “Saya ketemu pada Hari Rabu siang. Kemudian saya pergi ke Blitar,” ungkap Sulastri, pada Minggu (9/7/2023).

Sulastri diajak SP, suaminya takziah ke Blitar. Baru keesokan paginya dia dijemput oleh suaminya. Mereka tiba di rumah Maryono, pada Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 07.00 WIB. “Suami saya bilang, tidak usah mencari anak saya, karena sudah bekerja di Lamongan,” aku ibu satu anak itu.

Sulastri tidak menaruh curiga apapun. Dia juga percaya bahwa DL memang telah mendapat pekerjaan baru di Lamongan sebagaimana cerita suaminya.

Apalagi pagi itu, SP pamit untuk pergi ke Lamongan untuk mengantarkan sejumlah pakaian korban. Sang suami buru-buru pergi dengan menaiki sepeda motor Honda Beat yang biasa dipakai DL bekerja.

“Sepeda motor itu pinjam pakai. Biasanya dipakai korban bekerja di tempat foto kopi,” aku Bahrodin, paman korban yang tinggal bersebelahan dengan rumah Maryono.

Sampai akhirnya korban ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Bulu Pasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Sabtu pagi (8/7/2023).

Tak heran apabila Sulastri pun menaruh curiga pada sang suami dalam kasus kematian putri semata wayangnya ini. Apalagi SP hingga kini belum ditemukan. “Sampai hari ini ayahnya belum ditemukan. Dia membawa sepeda motor Honda Beat itu dan HP milik korban,” imbuh Bahrodin.

Sejak kecil DL tinggal dan diasuh kakeknya Maryono di Desa Banggle, Ngadiluwih. Pun demikian dengan ibunya Sulastri. Sementara ayah korban tinggal di rumah saudaranya di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Alasannya, SP ikut kerja dengan saudaranya sebagai pengantar telur ayam.

Diberitakan sebelumnya, Polres Kediri memastikan bahwa mayat dalam karung yang ditemukan di area persawahan Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (8/7/2023) pagi berjenis kelamin perempuan.

Hal itu berdasarkan identifikasi awal yang dilakukan oleh Tim INAFIS Polres Kediri.Sementara terkait kondisi mayat telah terjadi pembusukan di bagian kepala. Selain itu, wajah korban juga terlihat rusak sehingga sulit dikenali.

Lokasi penemuan karung berisi mayat tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter selatan situs arca Totok Kerot. Penemuan mayat itu berawal saat Pi’i, sekitar pukul 08.00 WIB, berniat menebang rumput gajah untuk sapi peliharaannya. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.