
JAKARTA (Lenteratoday)-Penyidik KPK memanggil lima orang saksi dalam kasus suap pengadaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Empat di antaranya merupakan anggota DPR RI.
Keempat anggota DPR RI itu bertugas di Komisi V. Komisi ini merupakan rekan kerja Kementerian Perhubungan.Mereka adalah Ridwan Bae selaku Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar; Lasarus selaku Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PDIP; Hamka B Kady selaku anggota DPR RI dari Fraksi Golkar; dan Andi Iwan Darmawan Aras selaku Wakil Ketua Komisi V Fraksi Gerindra.
Sementara, satu saksi lainnya yakni Lokot Nasution selaku Anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai Demokrat.
"Pemeriksaan saksi tindak pidana korupsisuap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terkait Pembangunan Jalur Kereta Api di Wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Bagian Tengah, Jawa Bagian Barat, dan Jawa-Sumatera T.A. 2018-2022," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (28/7/2023).
Kelimanya akan diperiksa untuk tersangka Putu Sumarjaya selaku Kepala BTP Jabagteng. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK. Belum diketahui apa saja yang akan dikonfirmasi oleh penyidik KPK.
Dua dari lima orang yang dipanggil tersebut sudah hadir di gedung KPK. "Yang sudah hadir sejauh ini saksi Ridwan Bae dan Andi Iwan Darmawan. Masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi," kata Ali.
Dalam kasus iin, KPK telah memeriksa Menhub Budi Karya Sumadi dengan Sekjen Kemenhub Novie Riyanto. Budi Karya dikonfirmasi terkait dengan mekanisme internal di Kemenhub dalam pelaksanaan proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta di Dirjen Perkeretaapian.
Adapun dalam kasus suap proyek ini, KPK telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka.Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut diduga terjadi suap.
Sebab pengadaannya dilakukan dengan cara lelang, tetapi diduga sudah diatur untuk memenangkan pihak rekanan tertentu. Sebagai imbalannya, ada fee yang diberikan.
Adapun fee yang diduga diterima 5-10 persen dari nilai proyek. Diduga uang suap dari swasta kepada penyelenggara negara mencapai lebih dari Rp 14,5 miliar. Kasus ini terungkap dari OTT yang dilakukan KPK pada Selasa (11/4).(*)
Para tersangka dugaan korupsi proyek kereta api:
Pemberi suap:
-Muchamad Hikmat selaku Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma
-Yoseph Ibrahim selaku Direktur PT KA Manajemen Properti sampai dengan Februari 2023
-Parjono selaku VP PT KA Manajemen Properti
Penerima suap:
-Harno Trimadi selaku Direktur Prasarana Perkeretaapian, DJKA Kemenhub
-Bernard Hasibuan selaku PPK BTP Jabagteng
-Putu Sumarjaya selaku Kepala BTP Jabagteng
-Achmad Affandi selaku PPK BPKA Sulsel
-Fadliansyah selaku PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian
-Syntho Pirjani Hutabarat selaku PPK BTP Jabagbar
Berikut proyek-proyek tersebut:
-Proyek pembangunan jalur kereta api ganda solo balapan, kadipiro, kalioso
-Proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan
-4 proyek konstruksi jalur kereta api dan 2 proyek supervisi di Lampegan Cianjur, Jawa Barat
-Perbaikan perlintasan sebidang di Jawa-Sumatera
Reporter:dya,rls /Editor:widyawati