06 April 2025

Get In Touch

Keluarga Bayi Tertukar di Bogor Bakal Laporkan RS, Polisi Siap Tindak Lanjuti

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro

BOGOR (Lenteratoday)- Polisi telah mengumumkan hasil tes DNA silang 2 bayi di Bogor dinyatakan fix tertukar. Polisi bersama pihak terkait mengambil langkah-langkah setelah kedua bayi dinyatakan telah tertukar. Salah satu yang utama terkait tumbuh kembang bayi.

Kedua pihak keluarga bayi yang tertukar di Bogor juga bersiap mengambil langkah hukum terhadap pihak Rumah Sakit (RS) Sentosa atas tertukarnya bayi mereka. Pihak kepolisian akan menindaklanjuti apabila laporan polisi dibuat.

Hal itu disampaikan Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro. Dia mengatakan, apabila keluarga melaporkan pihak rumah sakit, kepolisian siap menerima dan menindaklanjutinya.

"Bila keluarga membuat laporan tersebut, kami siap menerima laporan dan menindaklanjutinya," kata Rio Sabtu (26/8/2023).

"Tadi juga sudah diputuskan bahwa proses tumbuh kembang anak akan menjadi tanggung jawab si ayah baru, ibu baru, yang merupakan ayah biologisnya dia," kata Rio.

Dalam jumpa pers pada Jumat (25/8/2023) malam, dia mengatakan hasil tes DNA bayi benar tertukar.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan membantu merawat kedua bayi tersebut. Rio mengatakan keduanya kini menjadi anak angkat Polres Bogor.

"Serta dua anak tersebut atas izin Bapak Kapolda, kami angkat menjadi anak angkat Polres Bogor. Segala tanggung jawab terhadap anak tersebut, adalah merupakan tanggung jawab ketiga orang tuanya, yaitu ayah biologis, dan yaitu Polres Bogor yang menjadi orang tua anak tersebut," jelasnya.

Proses transisi tersebut akan dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan. Nantinya, pihak kepolisian juga menyiapkan rumah bersama bagi kedua keluarga tersebut.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Nahar, mengatakan pihaknya akan membantu proses transisi tersebut.

"Melalui tahap-tahap yg tadi telah disepakati, tahapannya adalah bahwa di minggu pertama akan dilakukan asesmen kepada masing-masing anak dan keluarga," ucap Nahar.

Selanjutnya, proses penyesuaian dimana anak akan mulai dikenalkan dengan lingkungan barunya yaitu orang tua biologis masing-masing.

"Tahap berikutnya melakukan asesmen ulang. Setelah itu setelah semua tahapan diselesaikan, di minggu keempat plus dua hari akan dilakukan penyerahan masing-masing anak ke orang tua biologisnya," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Jasra Putra mengatakan pihak terkait akan melakukan asesmen terhadap dua keluarga bayi yang tertukar.

"Dinas sosial Kabupaten Bogor dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana akan melakukan asesmen kepada kedua keluarga untuk mendapatkan informasi lingkungan pengasuhan bagi kedua anak," kata Jasra.(*)

Reporter:dya,rls /Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.