06 April 2025

Get In Touch

Polisi Sebut Pembunuhan Wartawan Online di Jombang Bermotif Dendam

Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan (tengah), Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Aldo Febrianto (kiri), merilis pengungkapan kasus pembunuhan atas wartawan, di Mapolres Jombang, Jumat (15/9/2023).(sutono)
Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan (tengah), Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Aldo Febrianto (kiri), merilis pengungkapan kasus pembunuhan atas wartawan, di Mapolres Jombang, Jumat (15/9/2023).(sutono)

JOMBANG (Lenteratoday) - Polres Jombang menyebut, pembunuhan terhadap Sapto Sugiyono (42) di rumahnya sendiri Dusun Sambongduran, Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Kamis (14/09/2023) malam, bermotif dendam.

Tersangka bernama Moch Hasan Safii (55) yang merupakan tetangga korban. Korban sendiri sehari-hari dikenal sebagai wartawan sebuah media online. Tersangka mengaku dendam karena merasa setiap kali membuka usaha selalu diganggu korban.

Hal itu disampaikan Wakapolres Jombang, Kompol Hary Kurniawan, saat merilis pengungkapan kasus tersebut di Mapolres Jombang, Jumat (15/9/2023).

"Jadi pelaku ini tetangga sebelah rumah korban, menyimpan dendam mendalam terhadap korban, karena pelaku merasa setiap usahanya, seperti usaha odong-odong, jual plastik kresek selalu diganggu oleh korban," kata kata Kompol Hary Kurniawan.

Namun, menurut Kasatreskrim Polres Jombang Aldo Febrianto, keterangan dari pelaku masih akan didalami lagi karena saat ini kejiwaan pelaku masih terguncang,"Jadi masih akan kami dalami lagi," imbuh Aldo.

Sedangkan untuk kronologinya, Aldo mengungkapkan, saat kejadian korban sedang duduk di teras rumahnya. Melihat itu, pelaku mengambil senapan angin, kemudian mendatangi, menembakkan senapan angin ke tubuh ke korban.

"Korban sempoyongan. Melihat korban masih hidup, pelaku masuk kerumahnya sendiri, mengambil palu dan dihantamkan berkali-kali ke korban sehingga korban tersungkur bersimbah darah, dan meninggal," terangnya.

Kasatreskrim AKP Aldo juga menduga pembunuhan tersebut sudah direncanakan sebelumnya. Sebab pelaku sudah menyiapkan senapan angin peluru kaliber 4,5 mm yang dibeli pada Agustus lalu. "Tapi sekali lagi keterangan pelaku masih kami dalami lagi," kata Aldo.

Selain masih mendalami pengakuan tersangka pelaku, saat ini polisi juga menunggu hasil autopsi dari RSUD. "Kami masih menunggu hasil autopsinya untuk memastikan berapa kali tembakan dan berapa kali pukulan palu menimpa korban, dan bagian tubuh mana saja yang terluka dan menyebabkan kematian," tegas Aldo.

Barang bukti yang diamankan polisi, satu senapan angin, peluru kaliber 4,5 mm, palu, ponsel. Atas kejadian ini, pelaku disangkakan melanggar KUHP pasal 340 subsider 338 lebih subsider lagi 351 ayat 3.

"Ancaman maksimal hukuman mati dan paling singkat 20 tahun penjara," pungkas Aldo.

Diberitakan, Sapto Sugiyono (42), yang dikenal sebagai wartawan sebuah media online kabaroposisi.net dibunuh secara sadis.

Warga Dusun Sambongduran Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ini ditemukan terkapar bersimbah darah di depan rumahnya, Kamis (14/9/2023) malam.

Korban diduga dibunuh tetangganya sendir, pria berinisial D (55) dengan cara sadis, yakni ditembak menggunakan senapan angin dan dihantam palu.(*)

Reporter : Sutono | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.