
JOMBANG (Lenteratoday) – Sapto Sugiyono (42), warga Dusun Sambongduran, Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang dipastikan meninggal akibat luka tembak. Senjata yang digunakan adalah senapan angin yang ditembakkan tetangganya sendiri, Moh Hasan Safii alias Daim (55).
Kepastian itu terungkap dari hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan resumenya telah diberikan ke penyidik Satreskrim Polres Jombang, Sabtu (16/9/2023).
Korban Sapto Sugiyono yang juga dikenal sebagai wartawan media online kabaroposisi.net tersebut ditembak senapan angin dan kemudian dihantam palu berkali-kali oleh Moh Hasan Safii pada Kamis (14/9/2023) malam lalu.
"Kesimpulan dari autopsi, terdapat luka yang paling fatal adalah luka tembak mengenai kaus bagian depan, menembus kulit dada, menembus tulang dada, menembus paru-paru kanan, menembus tulang belakang, dan bersarang di tulang belakang," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto, Sabtu (16/9/2023).
Dikatakan Aldo, akibat tembakan ke paru-paru korban itu, korban mengalami pendarahan hebat. Diperparah pukulan benda tumpul ke arah kepala korban membuat korban meninggal.
"Darah keluar sekitar 450 cc, ditambah pukulan benda tumpul beberapa kali di bagian kepala," ujar Aldo.
Aldo menuturkan, peluru kaliber 4,5 mm dari senapan angin tersebut mampu menembus dada hingga paru-paru kanan korban, karena jarak tembakan yang dilakukan pelaku cukup dekat.
"Jaraknya dekat, sekitar 5 sampai 10 meter. Karena meskipun tembakan itu hanya satu kali tembakan mampu menembus dada dan paru-paru. Ditambah lagi juga luka pukulan benda tumpul berkali-kali ke kepala korban," tutur Aldo.
Peristiwa pembunuhan itu, sambung Aldo, berlangsung cepat dan tindakan memukul korban dengan palu itu dilakukan berkali-kali.
"Setelah ditembak, korban lari, masih dipukul lagi kepalanya. Usai itu tersangka masuk ke rumah mengambil palu. Dan untuk memastikan korban sudah meninggal tersangka memukul kembali kepala korban sampai terkapar," kata Aldo.
Aldo menjelaskan, dari hasil autopsi, juga ditemukan proyektil peluru yang bersarang di tulang belakang korban. Ia pun menyebutkan, tembakan itu yang membuat korban mati.
"Ditemukan satu proyektil peluru bersarang di tulang belakang korban. Dan peluru ini yang menyebabkan kematian korban," ujar Aldo.
Diberitakan, Sapto Sugiyono (42), wartawan sebuah media online kabaroposisi.net dibunuh secara sadis.
Warga Dusun Sambongduran Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ini ditemukan terkapar bersimbah darah di depan rumahnya, Kamis (14/9/2023) malam.
Korban diduga dibunuh tetangganya sendiri, pria berinisial D (55), dengan cara sadis, ditembak menggunakan senapan angin dan dihantam palu.
Polisi Jombang menyebut, pembunuhan tersebut bermotif dendam. Tersangka pelaku yang tetangga sebelah rumah korban, menyimpan dendam terhadap korban.
Ini karena pelaku merasa setiap usahanya, seperti usaha odong-odong, jual plastik kresek dan sebagainya kerap diganggu oleh korban.(*)
Reporter: sutono/Editor: widyawati