06 April 2025

Get In Touch

Cek Lokasi Siswi Dicolok Tusuk Bakso hingga Buta, Polisi Datangi Sekolah

Siswi kelas 2 SD di Gresik mengalami kebutaan karena matanya dicolok tusuk bakso. (Dok. Mili.id)
Siswi kelas 2 SD di Gresik mengalami kebutaan karena matanya dicolok tusuk bakso. (Dok. Mili.id)

GRESIK (Lenteratoday)-Polisi mendalami kasus siswi kelas 2 di SD Negeri Gresik yang buta akibat matanya dicolok oleh kakak kelas. Mata korban dicolok menggunakan tusuk bakso karena menolak memberikan uang jajannya.

SAH (8), siswi kelas 2 itu, mengalami kebutaan di mata kanannya. Matanya ditusuk oleh kakak kelas yang tidak ia kenal, akibat enggan dimintai paksa uang jajannya, 7 Agustus 2023 lalu.

Kanit Reskrim Polsek Menganti, Ipda Ekwan Hudin mengatakan, kepolisian telah melakukan penyidikan dan pemeriksaan tahap awal.

"Hari ini, sudah dilakukan serangkaian proses penyidikan tahap pertama. Identifikasi tempat kejadian dan reka adegan," kata Kanit Reskrim Polsek Menganti, Ipda Ekwan Hudin di SDN Menganti, Gresik, Sabtu (16/9/2023).

Menurut Ekwan, proses hukum dari pelaporan keluarga korban tetap dilanjut, serta ke depan akan dilakukan mediasi pemeriksaan Sekolah dan guru."Proses hukum masih berjalan. Untuk temuan temuan hari ini, pihak PPA yang menjelaskan," pungkasnya.

Sulit Membaca

Korban SAH (8) kini ia sulit membaca dan enggan bersekolahHal itu, diceritakan ayah SAH, Samsul Arif (36) saat ditemui di kediamannya, Randupadangan, Menganti, Gresik, hari Sabtu (16/9/2023).

Menurut Samsul, upaya pengobatan itu sudah dilakukan untuk putrinya, tak lama setelah kejadian penusukan terjadi, 7 Agustus 2023 di Sekolah.

"Vonis dokter, putri saya mengalami kebutaan di mata kanan. Akibat adanya kerusakan saraf Traumatic Optik Neuropathy," kata Samsul Arif

Sementara itu, Samsul menyebut, SAH kini tidak mau masuk sekolah lagi. Dan kondisinya sekarang tidak bisa membaca.
"Dulu dia lancar membaca dan mengaji, tetapi pascakejadian saya terpukul. Anak saya, tidak bisa lagi membaca dan mengaji lancar. Ketika kedua matanya sama sama terbuka," jelasnya.

Menurut Samsul, sudah 1 bulan lebih anaknya takut ke sekolah. Ia masih membujuk anaknya agar mau bersekolah.

"Selama ini hanya les privat dan mengaji saja. Semoga dengan usaha kami membujuk; SAH mau sekolah dengan dipindahkan dari sekolah lama," urainya.

Dari situ, Samsul berharap, agar pihak sekolah berkenan kooperatif terbuka menangani kasus menimpa putrinya tersebut.

Sebab, putrinya SAH sering dijadikan korban pemalakan oleh kakak kelas, sejak kelas 1 SD. Dan dalam kasus ini pihak sekolah terkesan menutupinya."Harapannya, Kepala Sekolah dapat membantu kami dalam proses pengungkapan kasus yang menimpa putri saya," pungkasnya.(*)

Reporter:septa,ist/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.