
Blitar - Julukan Blitar sebagai Kandang Banteng karena menjadi poros PDI Perjuangan (PDIP) benar adanya. Buktinya sampai sekarang belum ada calon dari partai politik (parpol) atau koalisi parpol yang melakukan deklarasi. Semua pihak seakan menunggu siapa calon yang direkom partai pemenang pemilu tersebut.
Saat ini memang banyak calon yang melakukan sosialisasi melalui baliho, banner dan spanduk jelang Pilwali Kota Blitar yang rencananya digelar 9 Desember 2020. Namun, belum ada yang melakukan deklarasi resmi, maju sebagai calon. Sebab parpol 'wait and see' rekom dari PDIP yang memiliki kursi mayoritas di parlemen yaitu 10 kursi.
Apalagi di Pilwali Kota Blitar, calonnya adalah petahana yakni Walikota Blitar Santoso, yang diusung PDIP pada periode pertama."Apakah satu paket (pasang) cawali dan cawawali. Atau hanya cawali saja dan nanti berkoalisi, atau tidak" tutur Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, Rabu(10/6/2020).
Sedikitnya ada 7 nama calon yang muncul dan melakukan sosialisasi di Kota Blitar. Diantaranya Heru Sunaryanta (kader Demokrat), Nuhan Eko Wahyudi (kader PPP), Muhtar Lubby (kader NU), Tjujuk Sunaryo (kader Gerindra), Hendri Pradipta Anwar (kader PDIP anak mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar), Thofan Herinoto (Polri) dan Galih Saksana (pengusaha).
Ddiyakini sampai sekarang belum ada satu pun parpol, yang mengeluarkan rekomendasi untuk calon. "Semuanya menunggu PDIP untuk menentukan langkah politik selanjutnya, karena nama parpol yang jadi taruhan," tandasnya.
Pilwali Kota Blitar merupakan pertaruhan nama PDIP, sehingga partai banteng mocong putih ini harus menang di Kota Proklamator. Seperrti diketahui Bumi Bung Karno (julukan Kota Blitar) menjadi tempat pemakaman Presiden Pertama RI Soekarno yang juga pendiri PNI, cikal bakal PDIP . Info terakhir, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, saat berkunjung ke Kota Blitar menghadiri Peringatan Bulan Bung Karno awal Juni ini mengatakan, rekomendasi partai direncanakan turun Juli 2020 mendatang.
Sebelumnya diberitakan PKB, Golkar, Demokrat dan PKS Kota Blitar akan membentuk berkoalisi mengusung pasangan Henry 'Thole' Pradipta Anwar putra mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar. Berpasangan dengan Ketua DPC PKB Kota Blitar Tasin Hermanto, namun juga belum memastikan kapan akan deklarasi.
Selain Partai Gerindra, ada 2 parpol lain yang masih belum menentukan langkah politik yaitu PPP dan Hanura.
Untuk PPP disampaikan Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi yang semula berencana abstain pada Pilwali 2020, setelah melihat perkembangan pandemi Virus Corona (Covid-19) sudah membaik. "Akan berkoordinasi lagi dengan DPW PPP Jatim, terkait dengan proses penjaringan cawali atau cawawali yaitu 4 nama yang sudah disetorkan ke DPW," kata Agus.
Keempat nama calon yang diusulkan ke DPW PPP Jatim yaitu Nuhan Eko Wahyudi (kader PPP), Tjujuk Sunaryo (kader Gerindra) Hendri Pradipta Anwar (kader PDIP) dan Galih Saksana (pengusaha).
Adapun peta kekuatan politik di DPRD Kota Blitar dari total 25 kursi terdiri dari : PDIP (10 kursi), PKB (4 kursi), PPP (3 kursi), Gerindra (2 kursi), Golkar (2 kursi), Demokrat (2 kursi), Hanura (1 kursi) dan PKS (1 kursi). (ais)