
Surabaya – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan jajaran menteri yangakan membantunya dalam menjalankan pemerintahan lima tahun mendatang. Banyaknama nama baru yang muncul termasuk dari kalangan professional muda, dan jugapolitisi. Salah satu nama baru yang muncul adalah Abdul Halim Iskandar.
Bagi kalangan masyarakat Jawa Timur, nama Abdul Halim atau yang lebihdikenal dengan panggilan Gus Halim ini sudah tidak asing lagi. Kiprahnya dalamdunia politiklah yang melambungkan namanya hingga akhirnya dilirik PresidenJokowi untuk menduduki salah satu kursi menteri yaitu Menteri Desa dan PembangunanDaerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Dilansir dari berbagai sumber, Gus Halim, kakak kandungdari ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, memulai karir politiknya dari Ketua DPCPKB Jombang, Jawa Timur. Kemudian menjadi Ketua DPRD Jombang selama dua periode(1999 – 2009). Karir politiknya diteruskan hingga akhirnya berhasil melenggangke DPRD Provinsi sekaligus menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim(2009-2014).
Para periode berikutnya (2014-2019), Gus Halimmendapatkan kepercayaan sebagai ketua DPRD Jatim seiring dengan kemenangan PKBdi Jatim. Terakhir, sebelum ditunjuk sebagai Menteri, Gus Halim menjabat WakilKetua DPRD Jatim.
Dari jejak perjalanan politiknya, Gus Halim juga pernahikut pada Pilkada Jombang, namun tidak berhasil. Selain itu juga berupaya masukke Pilkada Jatim dengan membranding dirinya menggunakan nama Pak Halim,sayangnya kandas sebelum menjadi calon Gubernur-Wakil Gubernur.
Selain berkiprah di dunia Politik, Gus Halim juga berkecimpung dalamdunia pendidikan dengan menjadi sebagai dewan pengasuh Pondok Pesantren MambaulMaarif (PPMM) Denanyar, lalu guru bimbingan penyuluhan (BP) di MAN Denanyar,bahkan sempat menjabat Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sultan AgungTebuireng Jombang. Kemudian menjabat sebagai Dekan Fakultas TarbiyahUniversitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng pada 1993-1997.
Gus Halim, cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiriPPMM Denanyar Jombang KH Bisri Syansuri ini, mengawali sekolahnya di pendidikantingkat dasar hingga pendidikan tingkat atas dijalani di pesantren tersebut.Setelah lulus Madrasah Aliah Negeri (MAN) Mambaul Maarif Denanyar, diamelanjutkan ke IKIP Yogyakarta. Diperguruan tinggi itu, dia aktif di PergerakanMahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sementara, S-2 ditempuh di IKIP Malang. (ufi)