05 April 2025

Get In Touch

Khofifah Gemakan Ajakan Salat Istisqo’

Khofifah Gemakan Ajakan Salat Istisqo’

Surabaya – Menyikapi kemarau panjang, bencana angin kencang dankebakaran lahan dan hutan yang melanda beberapa daerah di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansamengajak  pesantren-pesantren untuk mendirikan salat istisqo' (salat minta hujan).

Ajakantersebut terus didengungkanKhofifahtermasuk pada acara Jatim Bersholawat di PonpesLirboyo Kediri. Dalam sholawat yang dipimpin Habib Syechbin Abdul Qadir Assegaf ini, Khofifah mengajaksantri dan kiai Lirboyo bersama-sama tanggap terhadap kondisi Jawa Timur yangsedang dilanda kebakaran hutan dan lahan.

Dia menandaskan, saat ini,setidaknya ada enam kawasan gunung di Jatim terbakarakibat kemarau yang mencapai puncaknya. Kawasan yang terbakar mulai kawasan Gunung Ijen, Gunung Arjuno-Welirang, GunungWilis, Gunung Kawi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Raung.

"Marikita sama sama memohon agar di Jawa Timur segera diturunkan hujan yang barokah.Kita jadikan salat istisqo' sebagai hadiah pesantren di Hari SantriNasional," tegas Khofifah.

Sementaraitu dalam acara Jatim Bersholawat ini diikuti oleh puluhan ribu santri Lirboyo.Alunan sholawat menggema dari pondok Lirboyo yang dilantunkan bersama-samaHabib Syekh.

"Denganbersholawat bersama Habib Syech bin Abdul qodir Assegaf ini kita harap mampu membawa semangat kebangsaan NKRI yang harusterus dijaga terutama oleh para santri," ujarnya.

Lebihlanjut Khofifah sempat menjelaskan tentang asal usul penetapan Hari SantriNasional. Yang tak lain adalah hari saat tokoh besar KH Hasyim Asy'arimenetapkan Resolusi Jihad.

"KHHasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945 pukul 20.30 WIB saat itu menetapkanfatwa dan  Resolusi Jihad. Santri se-Jawaterutama Surabaya dan Madura bergerak mempertahankan NKRI. Momen Resolusi Jihadini menjadi dasar penetapan Hari Santri," ucap Khofifah. (sur)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.