06 April 2025

Get In Touch

GeSS Touring Etape 1: Hujan dan Suara Azan...

Istirahat di Kota Lamongan, menikmati Nasi Boranan
Istirahat di Kota Lamongan, menikmati Nasi Boranan

CEPU (Lenteratoday) -Alhamdulillah! Perjalanan gowes bersama teman-teman GeSS etape 1 Surabaya-Cepu berjalan lancar. Ketika berangkat sempat tertunda sekitar 45 menit dari jadwal karena banyaknya teman-teman cakAMU yang datang memberikan dukungan dan semangat untuk memperjuangkan misi khusus.

Selama perjalanan relatif tidak ada hambatan.

Sampai di Kota Lamongan penulis sempat mampir sarapan sego boranan. Makanan yang dibawa penjualnya dalam bakul gendongan berupa nasi dengan lauk khas ikan sili dan berbagai lauk lain seperti ayam, dan jeraoan. Lalu disiram bumbu rempah khas.

Memasuki perbatasan Kota Cepu pukul 17:00 WIB

Musim panas yang sangat panjang membuat berat ketika gowes. Sesekali menemui mendung di sepanjang pejalanan membuat gowes kali ini terasa sangat nyaman dan menyenangkan, bahkan ketika sampai di Kecamatan Babat sempat mendapatkan rohmat, berupa hujan.

Awalnya kami berteduh karena lebatnya air hujan. Tetapi beberapa teman mengusulkan untuk melanjutkan perjalanan ketika hujan mulai reda. Alasan mereka touring khan sudah biasa kehujanan.

Penulis akhirnya ikut rombongan yang meneruskan gowes sambil "hujan-hujan". Menikmati kegembiraan seperti di masa kecil, sekalian sambil gowes sambil banyak berdoa karena, ketika hujan turun termasuk waktu yang mustajabah untuk berdoa.

Start Etape ke 2 menuju ke Semarang, Minggu (26/11/2023). Latar belakang adalah Masjid Baiturrahman tempat kami menginap

Tiba di daerah Baureno, Bojonegoro hujan berhenti. Dan takdir-NYA ada masjid sehingga kami berkesempatan istirahat shalat dhuhur dan ashar.

Rombongan berhenti di kota Bojonegoro untuk makan siang. Rupanya setelah gowes di tengah hujan membuat perut terasa lapar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Cepu.

Kami masuk perbatasan Jawa luhatTimur - Jawa Tengah tepat pukul 17.00 WIB. Kami mencari masjid untuk mandi sambil menunggu shalat magrib. Tak lama kemudian terdengan suara Azan!

Ketika takmir masjid mengetahui bahwa kami dalam perjalanan bersepeda mereka memfasilitasi apabila kami butuh mandi dan tempat istirahat atau menginap, karena ada penawaran fasilitas tersebut kami langsung info ke rombongan.

Sebagian rombongan yang berteduh ketika hujan baru masuk Cepu ketika kami selesai jamaah isya'. Sebagian lainnya belum masuk Cepu karena dalam perjalanan. Sepeda CakAMU sempat bermasalah sehingga baru nyusul sekitar jam delapan malam.

Warung kopi tempat menginap sebagian rombongan GeSS

Persis di seberang masjid ada warung kopi yang kami jadikan tempat menunggu seluruh rombongan yang jumlahnya 12 pesepeda datang.

Pemilik warung kopi ternyata aslinya berasal dari kampung Kebangsren Surabaya. Begitu tahu kami berombongan langsung menawari tempat istirahat setelah warungnya tutup, akhirnya rombongan dibagi sebagian istirahat di masjid Baiturrahman Plajo- Cepu, sebagian di warkop yang berada di depan masjid.

Yang biasa nginap di Masjid menamakan dirinya jamaah tabligh bersepeda.

BarakALLAH

Penulis: Muh. Rudiansyah, Wiraswastawan|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.