HARI ‘H’ pesta demokrasi makin mendekat. Sekitar sebulan lagi atau tepatnya 36 hari, warga akan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan sosok-sosok yang akan memimpin 5 tahun ke depan. Sayangnya, berbagai perkara terkait Pemilu 2024 masih ‘berserakan’ dan ditemukan di berbagai daerah. Warga negara asing (WNA) asal Myanmar yang merupakan etnis Rohingya, dikabarkan masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan sudah mencoretnya, tapi yang bersangkutan diduga pernah nyoblos pada Pilkada 2018. Pasalnya, pengungsi atas nama Sofi itu telah memiliki Kartu Keluarga (KK) Indonesia sejak 2006. Batu sandungan juga ditemui dalam distribusi logistik. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut ada penemuan kerusakan hingga pembongkaran ilegal alias tidak resmi. Bawaslu pun tak lepas dari polemik. Terbaru, Senin (8/1/2024) Rahmat Bagja Cs dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) RI karena tidak transparan dalam memproses laporan adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/01/09012024.pdf
[3d-flip-book id="165289" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/01/09012024.pdf">