
RIYADH (Lenteratoday) - Arab Saudi memulai kampanyenya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola 203. Diperkirakan tawaran tersebut bakal diterima FIFA karena tidak ada pengajuan lain hingga batas waktu akhir tahun lalu.
Dikutip dari Channel News Asia, Senin (4/3/2024), dengan Maroko, Portugal dan Spanyol yang akan berbagi tuan rumah turnamen 2030, badan pengatur global FIFA membatasi kontes 2034 untuk para penawar dari konfederasi Asia dan Oseania.
Arab Saudi akan menjadi negara kedua dari wilayah Teluk yang menjadi tuan rumah acara ini, setelah negara tetangganya, Qatar, menyelenggarakan putaran final tahun 2022.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) mengatakan "Tumbuh. Bersama." Kampanye Piala Dunia akan menunjukkan bagaimana negara ini memperkuat ikatan dengan negara-negara lain melalui olahraga.
Arab Saudi telah berinvestasi besar-besaran dalam olahraga terkenal seperti sepak bola, Formula 1, tinju, dan golf selama beberapa tahun terakhir, yang membuat para kritikus menuduh kerajaan yang kaya akan minyak ini melakukan "pencucian olahraga" terhadap catatan hak asasi manusianya.
Negara ini membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan mengatakan bahwa mereka melindungi keamanan nasionalnya melalui undang-undang.
"Menceritakan kisah sepak bola kami kepada dunia adalah hal yang sangat penting," kata Presiden SAFF Yasser Al Misehal dalam sebuah pernyataan.
"Kami telah membuat kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam permainan putra dan putri, dan tawaran kami adalah undangan terbuka kepada dunia untuk bergabung dengan kami dalam perjalanan yang menarik ini."
Langkah selanjutnya dalam proses ini adalah penyerahan dokumen penawaran lengkap kepada FIFA pada bulan Juli, dengan penunjukan tuan rumah untuk Piala Dunia 2030 dan 2034 yang akan disahkan pada Kongres FIFA menjelang akhir tahun.
Piala Dunia berikutnya akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada pada tahun 2026.
Sumber: Channel News Asia
Penerjemah: Lambang (mk)/Editor: widyawati