07 April 2025

Get In Touch

Pengadilan Rusia Mendakwa 4 Pelaku Serangan di Moskow dengan Pasal Terorisme

Empat terdakwa penembakan di sebuah konser di Moskow yang menewaskan setidaknya 137 orang. (Times of India)
Empat terdakwa penembakan di sebuah konser di Moskow yang menewaskan setidaknya 137 orang. (Times of India)

MOSKOW (Lenteratoday) – Pengadilan di Rusia telah mengajukan dakwaan terhadap empat individu yang diduga terlibat dalam serangan terhadap sebuah gedung konser di Moskow, yang mengakibatkan kematian setidaknya 137 orang.

Tiga dari mereka tiba di pengadilan Moskow dengan mata tertutup, sementara yang keempat menggunakan kursi roda. Semua empat terdakwa dituduh melakukan tindakan terorisme dalam kasus ini.

Keempatnya bernama Dalerdzhon Mirzoyev, Saidakrami Murodali Rachabalizoda, Shamsidin Fariduni dan Muhammadsobir Fayzov.

Kelompok teroris ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada hari Jumat (22/3/2024) di Balai Kota Crocus, dan mereka telah mengunggah video terkait serangan tersebut.

Meskipun klaim tersebut, para pejabat Rusia telah menuduh Ukraina terlibat tanpa menyediakan bukti yang meyakinkan. Di sisi lain, pihak Ukraina menegaskan bahwa klaim tersebut "tidak masuk akal" dan menyangkal keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.

Sebuah video mengungkapkan bahwa tiga dari mereka, yang digiring oleh polisi bertopeng, tiba dengan mata tertutup di pengadilan distrik Basmanny di ibu kota Rusia. Mereka semua terlihat mengalami luka.

Mata Mirzoyev dan Rachabalizoda terlihat lebam, sementara telinga Rachabalizoda dibalut perban, diduga akibat kehilangan sebagian dari telinganya saat penangkapan.

Wajah Fariduni tampak bengkak parah, sedangkan Fayzov dibawa ke pengadilan dengan kursi roda dan terlihat kehilangan salah satu matanya, menurut laporan dari Reuters.

Dalam sebuah pernyataan melalui layanan pesan Telegram, pengadilan menyatakan bahwa Mirzoyev, yang merupakan warga negara Tajikistan, telah "mengakui kesalahannya secara penuh". Sementara itu, pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa Rachabalizoda juga telah "mengakui kesalahannya".

Pengadilan menambahkan bahwa keempat terdakwa akan tetap ditahan dalam penahanan pra-persidangan hingga paling tidak tanggal 22 Mei mendatang.

Beberapa jam setelah empat pria bersenjata menyerbu Balai Kota Crocus di pinggiran Moskow pada Jumat malam, mereka berhasil ditangkap. Penyerbuan tersebut terjadi ketika sekitar 6.000 orang menghadiri sebuah konser rock di tempat tersebut.

Para penyerang menembaki massa tersebut dan juga menyulut kebakaran yang menghanguskan bangunan serta menyebabkan atapnya roboh.

Pihak berwenang Rusia melaporkan bahwa sebanyak 137 orang tewas dalam serangan tersebut, sementara lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

ISIS mengklaim penyerangan tersebut dalam beberapa jam, dengan menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh sebuah cabang yang dikenal sebagai kelompok ISIS di Khorasan, atau IS-K. Mereka kemudian merilis rekaman video yang memperlihatkan para penyerang menembaki kerumunan orang di dalam gedung konser.

Namun, tidak ada pejabat Rusia yang mengakui klaim tersebut. Sebaliknya, mereka malah menyatakan tanpa bukti bahwa para penyerang tersebut mungkin dibantu oleh Ukraina dan berada di wilayah Bryansk untuk bersiap melintasi perbatasan pada saat penangkapan mereka.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pada hari Minggu menolak klaim tersebut. Direktorat intelijen militer Ukraina menyatakan bahwa "tidak masuk akal" untuk mengatakan bahwa para penyerang mencoba menyeberangi perbatasan yang dipenuhi ranjau dan ditempati oleh ratusan ribu tentara Rusia untuk mencapai tempat yang aman.

Tujuh orang lainnya telah ditangkap di Rusia karena dicurigai membantu serangan tersebut.

Sumber: BBC
Penerjemah: Aria (mk)/ Editor:widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.