
PARIS (Lenteratoday) - Prancis telah meminta sekitar 45 negara asing untuk menyumbangkan beberapa ribu personel militer, polisi dan sipil tambahan untuk membantu mengamankan Olimpiade Paris musim panas ini, sumber-sumber pemerintah mengatakan pada hari Jumat (29/3/2024), di tengah-tengah prospek geopolitik dan keamanan yang sedang rumit, dikutip dari Channel News Asia, Senin (1/4/2024).
Prancis berencana untuk mengerahkan sekitar 45.000 polisi dan pasukan keamanan Prancis, 20.000 personel keamanan dari pihak swasta dan sekitar 15.000 militer setiap harinya untuk melindungi acara yang akan dihadiri jutaan penggemar olahraga dan turis yang akan tinggal di Prancis selama beberapa minggu pada puncak musim panas.
Perang di Ukraina dan Timur Tengah serta ancaman serangan teroris telah memaksa pemerintah Prancis untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan ke level tertinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Konteks keamanan, terutama dalam beberapa minggu terakhir, berarti ada kewaspadaan yang ekstrim terkait keamanan Olimpiade ini," kata seorang pejabat militer Prancis.
Bukan hal yang aneh jika dalam acara olahraga internasional, polisi asing diundang untuk membantu mengatur pengunjung asing dalam jumlah besar, tetapi jarang sekali meminta bantuan militer. Pada Piala Dunia sepak bola terakhir di Qatar, Prancis memang memberikan dukungan militer kepada pihak berwenang setempat dalam bentuk anjing pelacak dan personel anti-drone.
Menurut sumber kementerian dalam negeri dan pemerintah Prancis, sebuah permintaan dibuat pada bulan Januari kepada sekitar 45 negara untuk membantu memperkuat kapasitas dengan lebih dari 2.000 orang, baik militer maupun non-militer.
Permintaan itu diajukan untuk membantu misi militer dan polisi mulai dari brigade bermotor dan berkuda, ahli pemeriksaan dokumen, spesialis pembersihan ranjau, spesialis anti-drone, dan tim anjing pelacak.
Polandia mengatakan pada hari Kamis (28/3/2024) bahwa mereka bergabung dengan upaya internasional dengan mengirimkan pasukan, termasuk pawang anjing pelacak. Jerman mengatakan pada bulan Maret bahwa mereka juga akan berkontribusi.
Sekutu Eropa lainnya, termasuk Inggris dan Italia, juga akan berpartisipasi dengan menyediakan puluhan polisi untuk membantu berpatroli di jalan-jalan, kata para diplomat.
Sumber pemerintah Prancis mengatakan 35 negara sejauh ini telah memberikan respon positif.
"Ini adalah pendekatan klasik negara-negara tuan rumah untuk penyelenggaraan acara-acara internasional besar," kata seorang pejabat kementerian dalam negeri, seraya menambahkan bahwa 160 anggota pasukan keamanan Eropa telah terlibat dalam turnamen tersebut pada bulan September lalu.
Selain permintaan yang lebih luas, Israel dan AS juga akan mengirimkan kapasitas keamanan mereka sendiri, kata sumber.
Perang di Gaza dan reaksi yang terjadi di beberapa negara telah menyebabkan kekhawatiran akan keselamatan delegasi Israel menjadi sangat tinggi dan keamanan yang lebih dari yang direncanakan sebelumnya akan dibutuhkan untuk para atlet Israel, kata sumber-sumber yang tidak mau disebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini.
Beberapa delegasi Israel telah berkunjung ke Prancis untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi, kata sumber-sumber tersebut.
Sumber: Channel News Asia
Penerjemah: Lambang (mk)/Editor: Nei, Dya