07 April 2025

Get In Touch

Media Israel Sebut Warga Israel yang Ditangkap di Malaysia Pembunuh Bayaran

Malaysia telah menangkap seorang diduga agen Mossad Israel dengan sebuah tas yang berisi 6 pistol dan 200 peluru di sebuah hotel di Kuala Lumpur (Foto: X)
Malaysia telah menangkap seorang diduga agen Mossad Israel dengan sebuah tas yang berisi 6 pistol dan 200 peluru di sebuah hotel di Kuala Lumpur (Foto: X)

KUALA LUMPUR (Lenteratoday) - Situs berita Israel, Mako, menyebutkan pria Israel berusia 36 tahun yang ditangkap di Kuala Lumpur (27/3/2024), diduga merupakan seorang mafia yang memiliki misi untuk membunuh pimpinan sebuah kelompok kriminal, dikutip dari Malaymail, Senin (1/4/2024).

Seseorang pimpinan kelompok kriminal mafia tersebut bernama Eran Haya.

Pria tersebut, yang saat ini berada dalam tahanan polisi, dikatakan sebagai bagian dari keluarga kriminal Musli bersaudara, dan mungkin telah memasuki Malaysia karena adanya perselisihan antara dua kelompok yang berseteru, demikian juga dilaporkan oleh situs berita Times of Israel.

Beberapa media kemudian mengidentifikasi tersangka sebagai Shalom Avitan, seorang rekan dari keluarga kriminal Musli bersaudara.

"Kedua sindikat ini telah terlibat dalam perseteruan yang penuh kekerasan selama berbulan-bulan," kata Times of Israel kemarin.

Media Israel tersebut juga menyatakan bahwa rumah pria tersebut di Tel Aviv telah menjadi target beberapa serangan granat oleh anak buah Haya ketika ia berada di Malaysia.

Tersangka ditangkap dua minggu setelah ia memasuki Malaysia melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur pada tanggal 12 Maret.

Dalam sebuah konferensi pers kemarin, Inspektur Jenderal Polisi Razarudin Husain mengatakan bahwa polisi tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa pria tersebut adalah anggota intelijen Israel.

Tersangka mengatakan kepada pihak berwenang bahwa ia masuk ke Malaysia untuk memburu seorang warga negara Israel lainnya karena perselisihan keluarga.

Sumber: Malaymail/Penerjemah: Lambang (mk)|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.