04 April 2025

Get In Touch

Tahun 2024, Pemkot Malang Kucurkan Anggaran Rp 227 Miliar untuk Percepatan Zero Stunting

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau pelaksanaan posyandu di Kelurahan Oro-oro Dowo Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau pelaksanaan posyandu di Kelurahan Oro-oro Dowo Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 227 miliar pada tahun 2024 ini.

Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen kuat pemerintah, untuk mencapai target zero stunting di Kota Malang. Buktinya, dengan terintegrasinya program tersebut dalam skema '4 Sehat 5 Sempurna' yang menjadi prioritas strategis Pemkot Malang.

"Kami ada program namanya 4 Sehat 5 Sempurna yaitu terdiri dari, pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, hingga kemudahan berusaha dan ekonomi kreatif. Keseluruhannya ini menjadi prioritas kami," ujar Wahyu, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (4/4/2024).

Wahyu menyampaikan, di triwulan kedua kepemimpinannya ini telah menunjukkan progres positit dalam penurunan angka stunting. Menurutnya, di awal 2024 ini angka stunting berada pada 8,38 persen setelah sebelumnya berada di angka 8,68 persen pada akhir 2023 lalu.

"Progresnya bagus. Di awal 2024 ini, angka stunting Kota Malang 8,38 persen berdasarkan data timbang atau Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM),” kata Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan prioritas alokasi anggaran menjadi salah satu komitmen untuk penurunan stunting. Menurutnya, angka Rp 227 mikiar tersebut telah mengalami kenaikan 9 persen dari tahun sebelumnya yakni Rp 203 miliar.

Dalam konteks ini, dana penanganan stunting tersebut diakuinya telah tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinkes, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dispangtan, DPUPR-PKP, Dinsos P3AP2KB, Diskopindag, Diskominfo, dan seluruh lima kecamatan di Kota Malang.

"Kami juga melakukan upaya jemput bola dalam rangka meningkatkan cakupan balita yang mengikuti bulan timbang. Selain itu juga ada anggaran untuk pemberian makanan tambahan, 3 kali sehari selama minimal 3 bulan berturut-turut. Sasarannya balita dengan hasil pengukuran dengan katagori sangat pendek dan pendek,” tukasnya.

Menyusul pernyataan Wahyu, Pj Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, menambahkan pentingnya urban farming dalam menyediakan makanan bergizi tinggi bagi anak-anak stunting.

Menurut Hanik, hasil urban farming dari berbagai kelompok, seperti budidaya ikan lele di Kelurahan Kebonsari, menunjukkan potensi besar dalam menekan angka stunting. Selain itu, produksi ikan dari Kelurahan Purwantoro dan Bakalankrajan, serta pertanian sayur dengan sistem 'Smart Farming', juga diakuinya telah memberikan kontribusi dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat Kota Malang.

Reporter:santi wahyu/Editor:ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.