07 April 2025

Get In Touch

Joe Biden Ancam Hentikan Dukungan Bila Israel Lakukan Kekerasan Ke Warga Sipil di Gaza

Presiden AS Joe Biden (18/10/2024) dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas perang antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel. (Foto: Reuters/Miriam Alster)
Presiden AS Joe Biden (18/10/2024) dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas perang antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel. (Foto: Reuters/Miriam Alster)

WASHINGTON (Lenteratoday) - Amerika Serikat telah mengatakan kepada Israel bahwa dukungannya yang sedang berlangsung pada Israel bergantung pada "langkah-langkah konkrit dan spesifik" untuk meningkatkan bantuan dan mencegah kematian warga sipil.

Presiden Joe Biden berbicara dengan PM Israel Benjamin Netanyahu setelah kematian tujuh staf World Central Kitchen (WCK), sebuah lembaga amal yang aktif bergerak memberikan bantuan berupa konsumsi di wilayah yang membutuhkan, pada hari Senin (1/4/2024).

Israel meminta maaf atas "kesalahan besar" namun pendiri WCK, José Andrés, mengatakan bahwa para pekerjanya menjadi target secara sistematis.

Biden menghadapi tekanan untuk menghentikan bantuan militer tanpa syarat untuk Israel.

Dalam pembacaan panggilan telepon antara kedua pemimpin, yang berlangsung kurang dari 30 menit, Gedung Putih mengatakan bahwa presiden "menekankan bahwa serangan terhadap pekerja kemanusiaan dan situasi kemanusiaan secara keseluruhan tidak dapat diterima".

"Ia menegaskan perlunya Israel mengumumkan dan menerapkan serangkaian langkah spesifik, konkret, dan terukur untuk mengatasi penderitaan warga sipil, penderitaan kemanusiaan, dan keselamatan para pekerja bantuan," demikian rangkuman tersebut.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken menegaskan pernyataan Gedung Putih dengan mengatakan bahwa jika AS tidak melihat adanya perubahan dari Israel, maka akan ada perubahan kebijakan AS.

Menanggapi pertanyaan apakah hal tersebut dapat mempengaruhi pengiriman senjata ke Israel, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan bahwa ia tidak ingin "melihat lebih dulu langkah-langkah dan keputusan" yang belum dibuat.

Ia menambahkan bahwa AS berharap Israel dapat memperbaiki kondisi di Gaza dalam "beberapa jam dan beberapa hari".

Namun, Kirby menyatakan bahwa dukungan AS untuk "pertahanan diri Israel tetap kuat. Amerika Serikat tidak akan berhenti membantu Israel untuk mempertahankan diri".

"Meski begitu, Anda dapat mengatakan semua itu dan… masih percaya bahwa cara mereka mempertahankan diri dari ancaman Hamas perlu diubah."

Israel belum mengomentari pernyataan AS. Namun, Raquela Karamson, juru bicara pemerintah mengatakan bahwa Israel akan "tentu saja menyesuaikan praktik-praktik kami di masa depan untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi".

Pernyataan AS tersebut merupakan pernyataan yang paling keras yang dikeluarkan sejauh ini terhadap Israel - menunjukkan "kemarahan" Presiden Biden atas pembunuhan para pekerja World Central Kitchen, dan mengisyaratkan bahwa ada batas bagi dukungan AS.

Namun pernyataan itu tidak menjelaskan area "kebijakan AS" mana yang akan terpengaruh - namun landasan hubungan AS-Israel adalah pasokan senjata.

Biden telah mempertajam pernyataannya mengenai perilaku Israel dalam perang yang telah berlangsung selama hampir enam bulan yang dipicu oleh serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu, dan menyuarakan kekecewaannya yang semakin besar terhadap Netanyahu.

Namun, pasokan militer termasuk bom, rudal, dan amunisi terus mengalir dari AS ke Israel tanpa gangguan.

Biden pada hari Selasa (2/4/2024) mengatakan bahwa ia "marah dan patah hati" atas kematian tujuh pekerja WCK, tetapi menambahkan bahwa itu "bukan insiden yang berdiri sendiri" dalam perang di mana banyak pekerja bantuan telah terbunuh.

Menurut kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 33.000 orang - sebagian besar perempuan dan anak-anak - telah terbunuh dalam perang. Konflik ini dipicu oleh pembunuhan lebih dari 1.200 orang oleh Hamas terhadap warga Israel dan penyanderaan 240 sandera dalam serangannya pada 7 Oktober lalu.

Sumber: BBC

Penerjemah: Lambang (mk) / Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.