
HOUSTON (Lenteratoday) - Flu burung telah menyebar di antara kawanan ternak setidaknya di enam negara bagian AS pada Kamis (4/4/2024) dengan sedikitnya dua infeksi manusia yang diinformasikan. Oleh Karna nya, flu burung ini meningkatkan kekhawatiran atas risiko bagi manusia dan kenaikan harga telur.
Infeksi telah dilaporkan dalam tujuh kawanan sapi perah di Texas, dua di Kansas, dan masing-masing satu di New Mexico, Ohio, Michigan, dan Idaho sejak bulan lalu, menurut Departemen Pertanian AS (USDA).
Badan itu saat ini sedang melakukan lebih banyak pengujian, memperingatkan bahwa penularan virus di antara sapi seluruh wilayah bagian Amerika tidak dapat dikesampingkan.
Kasus awal di Texas dan Kansas tampaknya telah diperkenalkan oleh burung liar, dan jenis virus pada kasus-kasus yang sangat mirip berikutnya di New Mexico, Michigan, dan Idaho, ucap USDA.
Sapi perah yang terinfeksi di Ohio diterima pada 8 Maret dari sebuah peternakan susu di Texas yang kemudian terdeteksi flu burung, menurut Departemen Pertanian Ohio.
Pekan ini, Departemen Layanan Kesehatan Wilayah Bagian Texas (DSHS) melaporkan kasus manusia pertama yang terkena flu burung di negara bagian tersebut.
Seorang peternakan Texas yang memiliki kontak langsung dengan sapi perah diduga terinfeksi influenza burung A (H5N1) dan sedang dirawat karena flu burung ini satu-satunya gejala yang menimbulkan mata merah, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada hari Senin (1/4/2024).
Ini adalah kasus manusia kedua H5N1 yang pernah dilaporkan di Amerika Serikat tetapi kemudian dikonfirmasi sebagai kasus pertama yang terkait dengan paparan langsung karena sapi yang sakit di wilayah tersebut.
Satu hari setelah kasus manusia diumumkan, Cal-Maine Foods, produsen dan distributor telur segar terbesar AS yang berbasis di Ridgeland, Mississippi, mengumumkan bahwa mereka telah sementara menghentikan produksi telur di peternakan Parmer County, Texas, karena virus terdeteksi pada ayam.
"Produksi di fasilitas tersebut sementara berhenti," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. "(Virus) masih ada di populasi burung liar dan penyebaran ini kemungkinan terjadi di masa mendatang, dengan risiko yang meningkat selama musim migrasi, tidak dapat diprediksi."
Perusahaan itu mengatakan bahwa mereka akan membunuh hampir 1,6 juta ayam petelur dan 337.000 ayam betina usia kurang dari satu tahun di peternakan dekat perbatasan Texas-New Mexico untuk menghentikan penyebaran virus.
Sejauh ini tidak ada laporan tentang penularan dari orang ke orang. CDC menganggap risiko flu burung berdampak ke manusia dengan imun rendah.
Namun, penyebaran ke banyak spesies dan jangkauan geografis yang semakin luas telah meningkatkan risiko bagi manusia, kata kepala Organisasi Kesehatan Hewan Dunia pada hari Kamis.
Sebelum kasus flu dikonformasi pada manusia, susu dari sapi perah di Texas Panhandle dan Kansas telah diuji positif flu terdapat flu burung pada bulan Maret manuru laporan media lokal. Namun, pasokan susu komersial aman, menurut USDA.
"Pada tahap ini, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan pasokan susu komersial atau risiko bagi kesehatan konsumen," kata USDA dalam sebuah pernyataan pada bulan Maret.
Namun dengan semakin banyak peternakan unggas yang berjuang melawan wabah flu burung di seluruh wilayah Amerika, tampaknya tidak mudah bagi pemerintah Texas untuk meredakan kekhawatiran di kalangan publik atas kenaikan harga telur.
Harga telur sekarang telah terus meningkat selama berbulan-bulan di Amerika Serikat dan wabah flu burung dapat mendorong harga telur menjadi lebih tinggi lagi, berdasarkan peringatan berbagai media AS.
Sumber: Xinhua
Penerjemah: Yuda (mk) / Co-Editor: Nei-Dya