07 April 2025

Get In Touch

Tahanan Gaza Tuduh Israel Lakukan Pelecehan dan Penganiayaan

Tahanan Gaza yang dibebaskan menuduh pasukan Israel melakukan perbuatan tidak menyenangkan, termasuk pemukulan, penahanan yang tidak layak dan penolakan pemberian obat terhadap tahanan yang sakit. (Reuters)
Tahanan Gaza yang dibebaskan menuduh pasukan Israel melakukan perbuatan tidak menyenangkan, termasuk pemukulan, penahanan yang tidak layak dan penolakan pemberian obat terhadap tahanan yang sakit. (Reuters)

KAIRO (Lenteratoday) – Israel telah membebaskan 150 warga Palestina yang sebelumnya ditahan selama operasi militernya di Gaza, dengan mereka kembali ke daerah tersebut pada hari Senin (15/4/2024). Namun, para pejabat perbatasan Palestina menyatakan bahwa banyak dari mereka telah mengalami dugaan penganiayaan selama masa tahanan.

Para pejabat perbatasan mengonfirmasi bahwa sejumlah tahanan, termasuk dua anggota Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) yang telah ditahan selama 50 hari, dibebaskan melalui perlintasan Kerem Shalom yang dikuasai Israel di Gaza selatan.

Beberapa orang dirawat di rumah sakit, dimana mereka mengeluhkan pelecehan dan perlakuan buruk di dalam penjara Israel. Pihak militer Israel membantah tuduhan tersebut.

Banyak dari mereka yang dibebaskan mengatakan bahwa mereka telah ditanya apakah mereka memiliki hubungan dengan kelompok militan Hamas.

"Saya masuk penjara dengan dua kaki dan keluar dengan satu kaki," kata Sufian Abu Salah, melalui telepon dari rumah sakit kepada wartawan Reuters, menambahkan bahwa ia tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

"Saya mengalami radang di kaki saya dan mereka (tentara Israel) menolak membawa saya ke rumah sakit, seminggu kemudian radang itu menyebar dan menjadi gangren. Mereka membawa saya ke rumah sakit di mana saya menjalani operasi," kata Abu Salah, seraya berkata bahwa ia telah dipukuli oleh para sipir.

Abu Salah ditangkap oleh pasukan Israel pada akhir Februari lalu dari sebuah sekolah tempat ia dan keluarganya berlindung.

Menurut Asosiasi Tahanan Palestina, setidaknya terdapat 9.100 orang Palestina dari Gaza dan Tepi Barat yang ditahan di Israel. Angka tersebut belum termasuk orang-orang yang ditangkap di Gaza sejak dimulainya perang pada 7 Oktober karena Israel belum mengungkapkan jumlah yang terlibat dalam serangannya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia Palestina dan internasional mengungkapkan kesadarannya akan klaim-klaim penganiayaan yang terjadi di penjara-penjara Israel.

Mereka menegaskan bahwa Israel telah menolak untuk memberikan informasi yang transparan terkait tahanan Gaza, termasuk data tentang jumlah tahanan dan lokasi penahanan mereka.

Pada bulan Desember, Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) mengumumkan bahwa mereka telah menerima banyak laporan yang mengungkap praktik penahanan massal, perlakuan buruk, dan penghilangan paksa terhadap warga Palestina di Gaza utara oleh militer Israel.

Sumber: Reuters/Penerjemah: Aria (mk)|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.