
TEL AVIV (Lenteratoday) - Israel mempertimbangkan kemungkinan membalas serangan Iran dengan ratusan pesawat tak berawak dan rudal.
Israel dan sekutunya menembak jatuh hampir semua misil yang ditembakkan dalam serangan langsung pertama Iran ke Israel.
Menteri Israel yang berhaluan sentris, Benny Gantz, mengatakan bahwa negaranya akan "menentukan harga" dari Iran ketika waktunya tepat.
Selama hampir dua minggu Iran telah mengirim kabar mengenai rencananya untuk menanggapi serangan udara pada 1 April terhadap kompleks diplomatiknya di ibukota Suriah, Damaskus, yang menewaskan beberapa penasihat militernya, termasuk dua jenderal tinggi.
Iran menyalahkan Israel atas serangan tersebut, dan mengatakan bahwa serangan tersebut setara dengan serangan di tanahnya sendiri.
Jenderal Daniel Hagari, juru bicara militer Israel, mengatakan bahwa Iran menembakkan sekitar 300 rudal peledak, rudal jelajah dan balistik, namun 99% di antaranya berhasil dicegat oleh Israel, yang dibantu oleh AS, Inggris, Yordania, dan negara-negara sekutu lainnya.
Di Yerusalem, sirine serangan udara berbunyi sekitar pukul 01:45, diikuti oleh ledakan keras setelah pertahanan udara mencegat rudal-rudal yang melintas di atas kota.
Sebuah peta yang diterbitkan oleh militer Israel menunjukkan seluruh negeri dipenuhi dengan titik-titik merah, yang melambangkan daerah-daerah yang berisiko terkena serangan dan di mana para penduduk diminta untuk mencari perlindungan.
Serangan itu, pada akhirnya, memiliki dampak yang terbatas. Sebuah pangkalan militer di bagian selatan mengalami kerusakan kecil, kata militer Israel, dan seorang anak perempuan Israel berusia tujuh tahun mengalami luka kritis akibat rudal yang berhasil menembus pertahanan.
Dalam sebuah panggilan telepon kemarin malam, Presiden AS Joe Biden menegaskan kembali kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang "komitmen kuat Amerika" terhadap keamanan Israel, tetapi mengatakan bahwa AS tidak akan mendukung pembalasan Israel.
Serangan semalam, dan kemungkinan adanya tanggapan dari Israel, berisiko menempatkan kedua musuh lama ini dalam konfrontasi terbuka, dan memicu kesibukan aktivitas diplomatik internasional yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan.
Kepala Staf Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, memperingatkan Israel agar tidak melakukan pembalasan, dengan mengatakan bahwa tanggapan Iran akan "jauh lebih besar daripada aksi militer [hari Minggu]".
Sumber: BBC/Penerjemah: Lambang (mk)|Editor: Arifin BH