
JAKARTA (Lenteratoday) - Setidaknya dua tewas dan enam orang luka-luka dalam sebuah penembakan di sebuah block party di Memphis, Tennessee, pada Sabtu, (20/4/2024). Sebelumnya, aparat kepolisian menyebut 16 orang tewas akibat kejadian ini
“Dalam proses investigasi, kami mempelajari total ada 8 korban, di mana dua orang tewas di tempat,” demikian keterangan Kepolisian Memphis, yang diungkap di X.
Di antara korban tewas, satu orang dalam kondisi kritis. Sedangkan satu korban luka sudah diperbolehkan pulang.
“Ini adalah sebuah block pesta yang terjadi tanpa izin,” demikian keterangan Kepolisian. Block pesta biasanya dihadiri oleh 200-300 orang.
Kepala Kepolisian Memphis Cerelyn Davis mengatakan saat ini pihaknya sedang memburu setidaknya dua terduga pelaku.
“Kami sangat yakin setidaknya ada dua individu yang melepaskan tembakan dalam insiden ini,” kata Davis. Kepolisian Memphis belum bisa berkomentas lebih banyak perihal ini.
Kasus penembakan di Amerika Serikat sudah sering terjadi. Sebelumnya pada 16 April 2024, terjadi penembakan dalam sebuah acara ulang tahun di dalam sebuah studio tari di kota kecil Dadeville, Alabama atau persisnya sekitar 100 kilometer timur laut ibu kota negara bagian Montgomery. Dalam kejadian itu, empat tewas dan lebih dari 20 orang luka-luka dalam penembakan itu.
Menurut penghitungan Arsip Kekerasan Senjata, pada 2022 warga di Amerika Serikat menyaksikan setidaknya 246 penembakan massal. Sedangkan pada 2021, lebih dari 45.000 orang tewas akibat kekerasan senjata di Amerika Serikat. Sebanyak 703 orang diantaranya tewas dalam penembakan massal.
Arsip Kekerasan Senjata mendefinisikan penembakan massal sebagai setiap insiden di mana empat orang atau lebih terbunuh atau terluka oleh senjata. Definisi penembakan massal termasuk mereka yang luka-luka hingga sangat merugikan keluarga.
Sumber: X,ist /Co-Editor: Nei-Dya