07 April 2025

Get In Touch

Manfaatkan 78 Ribu Hektar Tambak Udang Nganggur, 28 Daerah di Pantura Masuk Program Revitalisasi

Presiden Joko Widodo saat meninjau Model Kawasan Tambak Budi Daya Ikan NIla Salin di Karawang, Rabu(8/5/2024).(foto/ist.dok)
Presiden Joko Widodo saat meninjau Model Kawasan Tambak Budi Daya Ikan NIla Salin di Karawang, Rabu(8/5/2024).(foto/ist.dok)

PASURUAN (Lenteratoday) - Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) bakal merevitalisasi 78 ribu hektar tambak udang tidak terpakai alias nganggur, di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa yang tersebar di 28 daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Adanya Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa yangg tersebar di 28 daerah kabupaten/kota di Pantura Jawa ini, disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto kalau selain Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu Model Kawasan Budidaya Tambak Budi Daya Ikan Nila Salin di Indonesia.

"Yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Rabu(8/5/2024) juga akan diduplikasikan oleh KKP RI dalam Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa yg tersebar di 28 Kabupaten/kota se-Pantura Jawa," ujar Andriyanto dikutip dari website pasuruankab.go.id, Kamis(9/5/2024).

Pj Andriyanto menyampaikan ini usai menghadiri peresmian Model Kawasan Tambak Budi Daya Ikan Nila Salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Desa Pusakajaya Utara, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (8/5/2024).

Menurutnya di sepanjang pantai utara Jawa (pantura), termasuk di Kabupaten Pasuruan masih banyak tambak yang tidak dimanfaatkan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Salah satunya adalah tambak udang, maka dari itu Modeling Kawasan Tambak Budi Daya Ikan Nila Salin harus segera dibangun untuk mendukung ekspor secara besar-besaran.

"Sesuai arahan bapak Presiden Jokowi, maka mengalihfungsikan tambak udang yang sudah tidak produktif menjadi tambak ikan nila. Itulah kata kuncinya," tandasnya.

Untuk Kabupaten Pasuruan sendiri, dipilihlah Kecamatan Bangil dan Rejoso sebagai lokasi sasaran program. Terdiri dari 589 hektar yang tersebar di 3 desa yakni di Kelurahan Kalianyar, Raci dan Desa Tambakan. Selain itu ada 49 hektar lainnya, tersebar di Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso.

Masih kata Andriyanto, untuk mengembangkan Model Kawasan Tambak Budi Daya Ikan Nila Salin ini, para petani tak perlu bingung. Sebab seluruhnya difasilitasi oleh negara, diantaranya pembangunan sarana prasarana model tambak, jalan, listrik, peralatan, benih hingga pakan

"Semuanya gratis, karena sepenuhnya dibiayai pemerintah," ucapnya.

DIberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan seperti disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, mengenai tambak udang di Pantura yang telah lama kosong, idle tidak ada kegiatannya di sana.

"Ada 78.000 hektar sepanjang dari Serang sampai Banyuwangi, dari Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur,” kata Jokowi.

Orang nomor satu di Republik Indonesia ini menyebutkan setelah dihitung-hitung, alih fungsi tambak udang menjadi budi daya lain yang bernilai ekonomi seperti tambak nila salin memakan biaya hingga Rp 13 triliun.

Menurutnya nilai itu bukan angka yang besar, karena akan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Jokowi menyebutkan nilai pasar komoditas nila salin mencapai 14,46 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 230 triliun pada tahun 2024 dan dapat meningkat hingga 23,02 miliar dollar AS pada 10 tahun mendatang.

“Saya bilang kalau Rp 13 triliun dari Banten sampai ke Jawa Timur, dari Serang sampai ke Banyuwangi semuanya bisa dikerjakan. Saya kira akan mengangkut tenaga kerja yang sangat gede sekali, membuka lapangan kerja yang sangat besar sekali,” ujar Jokowi dirilis Kompas.

Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.