06 April 2025

Get In Touch

Situasi Rafah Ada di Ujung Tanduk, Sekjen PBB: 1 Juta Orang Lebih Terancam

Warga mengungsi dari Rafah, Jalur Gaza bagian selatan. (EPA)
Warga mengungsi dari Rafah, Jalur Gaza bagian selatan. (EPA)

NAIROBI (Lenteratoday)-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bicara terkait situasi Rafah yang menurutnya berada di ujung tanduk.

“Situasi di Rafah berada di ujung tanduk, karena serangan udara terus berlanjut di seluruh Gaza selatan,” kata Guterres dalam konferensi pers di Ibu Kota Nairobi, Kenya, pada Jumat (10/5/2023) dilansir Anadolu, Sabtu (11/5/2024).

Ia mengatakan, serangan Israel mengakibatkan lebih dari 1 juta warga terancam. "Lebih dari 1 juta warga Palestina, setengahnya adalah anak-anak, berkerumun di kantor pemerintah Rafah untuk mencari perlindungan," jelasnya.

Menurutnya, operasi darat yang dilakukan Israel secara besar-besaran di Rafah akan menyebabkan bencana kemanusiaan yang hebat. Warga Gaza akan mengalami kelaparan.

“Sementara itu, mitra-mitra kami di bidang kesehatan memberi tahu kami bahwa semua fasilitas medis utama di Rafah akan segera tidak dapat diakses atau dioperasikan--termasuk satu-satunya departemen dialisis yang masih beroperasi di Gaza,” ujar dia.

Ia menyebut sekitar 100.000 warga Palestina mengungsi dari Rafah menuju utara demi menghindari serangan Israel. Namun, badan-badan kemanusiaan tidak memiliki fasilitas tenda atau persediaan makanan tersisa di wilayah Gaza selatan.
Dia mendesak lebih banyak upaya global untuk mengadvokasi gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

Sumber:anadolu,ist/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.