04 April 2025

Get In Touch

Tambah Fasilitas Baru, DLH Kota Malang Jadikan 'Hutan Malabar' untuk Destinasi Wisata Edukasi

Hutan Kota Malabar, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen Kota Malang, Sabtu (18/5/2024). (Santi/Lenteratoday)
Hutan Kota Malabar, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen Kota Malang, Sabtu (18/5/2024). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berencana menambah fasilitas baru di Hutan Kota Malabar untuk menjadikannya destinasi wisata edukasi. Salah satu fasilitas utama yang akan dibangun yaitu jembatan kaca besar yang melintang dan mengelilingi kawasan hutan.

Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya mengatakan, penambahan fasilitas ini diharapkan mampu memberikan pengalaman unik bagi pengunjung sembari menikmati keindahan alam dan pertunjukan seni.

"Namun biayanya besar sekali, estimasi antara Rp 9-10 miliar. Kalau ada corporate social responsibility (CSR) yang bisa mendukung secara konsep perencanaan, saya rasa ini adalah yang pertama dan terbaru di Jawa Timur khususnya di Kota Malang," ujar Rahman, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (18/5/2024).

Rahman menjelaskan, jembatan kaca tersebut direncanakan dipasang di atas Hutan Kota Malabar. Sedangkan di bawah atau di dalam hutan kota, akan diadakan berbagai penampilan seni, seperti kesenian musik dan seni lainnya.

"Dengan jembatan kaca yang mengelilingi kawasan, pengunjung dapat menikmati keindahan beragam jenis pohon di Hutan Kota Malabar sambil menyaksikan pertunjukan seni. Kalau sekarang ini kan cenderung sepi," tambahnya.

Kondisi kolam reservoir di dalam Hutan Kota Malabar, Kecamatan Klojen Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)

Rahman menyebutkan hingga saat ini, DLH Kota Malang masih mencari pendanaan dari pihak ketiga (CSR) untuk mewujudkan proyek ini. Sebab menurutnya, jika proyek tersebut menggunakan dana APBD maka dirasa akan sangat memberatkan.

"Kalau sementara ini, CSR ada tapi sifatnya hanya pembenahan dari eksisting Hutan Kota Malabarnya sendiri. Harapan kami, karena kami sudah mengantongi perencanaannya, ada CSR lain yang hadir, yang nanti akan kami tuangkan di Hutan Kota Malabar," lanjutnya.

Lebih lanjut, Rahman menjelaskan, Hutan Kota Malabar memiliki ribuan pohon dengan berbagai jenis yang bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Meskipun sekilas tampak kurang terurus, menurutnya hutan kota ini selalu mendapatkan penilaian terbaik dalam penilaian Adipura, baik dari segi keberagaman tanaman, kepadatan pohon, maupun kebersihannya.

"Saran dari akademisi, daun dan pelepah yang jatuh tidak perlu dibersihkan karena akan meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung aspek lain seperti kepadatan vegetasi. Meskipun terlihat kumuh, secara penilaian itu justru bagus. Jika kami bersihkan, justru akan mengurangi kualitas hutan," jelasnya.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.