
MALANG (Lenteratoday) - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berkomitmen untuk mendukung pengembangan kawasan Jalan Soekarno Hatta sebagai destinasi wisata milenial. Melalui kegiatan seminar Perbincangan Intens Tata Ruang (Pintar) yang diadakan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), ITN Malang mengusulkan penataan kawasan ini untuk menarik kalangan muda serta mengurangi konsentrasi keramaian di pusat kota.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST., MT., Ph.D., menekankan pentingnya integrasi tata ruang dengan berbagai bidang lainnya. Ia yakin, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi, impian mewujudkan kota yang nyaman dan representatif sebagai kota pendidikan dapat terwujud.
“Kami berharap semua pihak berkomitmen untuk mengatasi masalah-masalah di Kota Malang, seperti banjir, parkir, dan kemacetan. ITN Malang siap mendukung Pemerintah Kota Malang untuk menciptakan kota yang nyaman, bersih, dan rapi,” ujar Awan, Minggu (19/5/2024).

Diketahui, seminar ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, akademisi, dan praktisi perencanaan. Di antaranya yakni Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dosen Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Surjono, MTP., dan dosen PWK ITN Malang sekaligus Praktisi Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan kawasan Jalan Soekarno Hatta memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata milenial. Selain itu, pengembangan kawasan ini juga diharapkan dapat mengurangi konsentrasi keramaian di Kayutangan Heritage.
“Potensi kawasan Soehat sangat tinggi, terutama dari kalangan mahasiswa dengan adanya kafe dan fasilitas lainnya. Kami akan mengatur dan mencari solusi untuk masalah seperti kemacetan yang saat ini terjadi,” tutur Wahyu.
Wahyu juga mengapresiasi ITN Malang atas respons positifnya terhadap permasalahan di Kota Malang, termasuk dengan mengadakan seminar yang melibatkan pakar akademisi untuk membahas solusi bagi kemacetan dan penataan kawasan Soekarno Hatta.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menginformasikan pada tahun 2025 mendatanag, masyarakat Kota Malang akan menikmati transportasi publik gratis dengan fasilitas ber-AC yang akan melintasi kawasan pendidikan, perdagangan, dan perkantoran. Sistem transportasi ini, menurutnya akan dipantau oleh komputer untuk memastikan ketepatan waktu dan kecepatan yang sesuai.
“Angkutannya ber AC, dengan rute yang sudah jelas. Dinas Perhubungan sudah berkoordinasi dengan para pemilik angkot untuk sharing. Semoga ini bisa menjadi solusi transportasi di tahun 2024,” paparnya.
Reporter: Santi Wahyu-Rls|Editor: Arifin BH