06 April 2025

Get In Touch

Indonesia Buka Kans Tambah Atlet ke Olimpiade Paris 2024

Veddriq Leonardo (tengah) juara IFSC Climbing Olympic Qualifier di Shanghai, Sabtu(18/5/2024.(foto/ist.FPTI)
Veddriq Leonardo (tengah) juara IFSC Climbing Olympic Qualifier di Shanghai, Sabtu(18/5/2024.(foto/ist.FPTI)

SHANGHAI (Lenteratoday) - Setelah atlet panjat tebing Indonesia berhasil meraih 2 medali di ajang
IFSC Climbing Olympic Qualifier di Shanghai, Sabtu (18/5/2024), membuka kans menambah atlet yang lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Kedua atelet tersebut, Veddriq Leonardo yang meraih medali emas di nomor men's speed setelah mencatatkan waktu 4,86 detik, mengalahkan Wu Peng (China) yang finis di urutan kedua dengan 4,88 detik. Keberhasilan di Shanghai membuka kans Veddriq untuk tampil di Olimpiade Paris. Masih ada satu kualifikasi lagi yang akan digelar di Budapest, Hungaria, pada 20-23 Juni 2024.

"Puji Tuhan hari ini semua berjalan lancar. Tapi ini belum selesai karena target kami ada di Paris 2024," kata Veddriq dalam keterangan tertulis yang dirilis kompas, Minggu(19/5/2024).

Masih ada series di Budapest akhir Juni nanti, yang akan jadi penentu kami lolos atau tidak. Mohon doa untuk kelancaran di Budapest nanti ungkapnya.

Selain meraih emas lewat Veddriq, panjat tebing Indonesia juga membawa pulang medali perak atas nama Rajiah Sallsabilalh. Rajiah meraih posisi kedua di nomor women's speed, dengan catatan waktu 6,75 detik. Sementara, emas menjadi milik Yafeu Zhou (China) yang membukukan waktu 654 detik. Peringkat kedua di Shanghai membuat Rajiah mendapat 45 poin, sedangkan Veddriq yang menjadi kampiun meraih 50 poin.

Poin-poin tersebut akan diakumulasikan dengan hasil di IFSC Climbing Olympic Qualifier Budapest, Hungaria, pada 20-23 Juni 2024 mendatang.

Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Herry Hermawan mengatakan semua atlet masih memiliki peluang sama untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024.

"Secara makro semua yang lolos ke babak 16 besar, masih punya peluang yang sama untuk ke Paris 2024. Meskipun pada akhirnya hanya bisa diwakili satu putra dan satu putri," kata Herry yang juga tim Task Force NOC Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024.

Harimen sapaan akrab Herry Hermawan mengungkapkan 9 atlet yang tampil di Shanghai, juga akan berpartisipasi di kualifikasi terakhir di Budapest.

"Semua atlet yang di Shanghai akan tetap diberangkatkan ke Budapest, dengan harapan yang tampil ini bisa menghadang langkah pemain-pemain besar di kualifikasi babak 16 besar sampai ke semifinal. Siapa yang paling siap, nanti akan kelihatan di akhir," paparnya.

Masih tersisa kuota untuk 5 atlet putra dan 5 putri, untuk cabang olahraga panjat tebing di Olimpiade Paris 2024. Untuk lolos ke Paris, atlet harus berada di posisi 5 besar total poin yang didapat di Shanghai dan Budapest. Indonesia saat ini sudah meloloskan 2 atlet panjat tebing ke Olimpiade, yakni Desak Made Rita Kusuma Dewi (women's speed) dan Rahmat Adi Mulyono (men's speed).

“Kalau nanti ada dua atlet punya total nilai yang sama di dua seri kualifikasi ini, poin tertinggi di Budapest yang akan jadi penentu. Indonesia masih punya peluang meloloskan 2 atlet karena aturannya, jatah per negara maksimal 2 atlet putra dan 2 putri," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia sekaligus Ketua Task Force Olimpiade Paris 2024, Raja Sapta Oktohari mengapresiasi performa positif yang ditampilkan oleh tim panjat tebing Indonesia.

"Hasil positif panjat tebing Indonesia di IFSC Climbing Olympic Qualifier Shanghai, menunjukkan keberhasilan sinergitas berbagai pihak yang terlibat. Mulai dari federasi, ofisial, pelatih, hingga atlet," kata Raja Sapta Oktohari.

Ditambahkannya ia berharap Paris 2024 nanti menjadi momentum, peak performance bagi tim panjat tebing Indonesia. Sehingga panjat tebing dapat mencetak sejarah, dengan membawa medali emas pertama untuk Indonesia imbuhnya.

Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.