06 April 2025

Get In Touch

Serangan Udara Israel Tewaskan 35 Orang dan Kepala Staf Hamas di Rafah

Rafah, Minggu (26/5/2024). (Reuters)
Rafah, Minggu (26/5/2024). (Reuters)

GAZA (Lenteratoday) – Serangan udara Israel pada hari Minggu (26/5/2024) menewaskan sedikitnya 35 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya di daerah pengungsi di kota Rafah, Jalur Gaza selatan, menurut pejabat kesehatan dan layanan darurat sipil Palestina.

Juru bicara kementerian kesehatan di Gaza yang dikelola Hamas, Ashraf Al-Qidra, mengatakan bahwa sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Militer Israel menyatakan bahwa angkatan udaranya menyerang sebuah kompleks Hamas di Rafah dengan menggunakan "amunisi yang tepat dan berdasarkan informasi intelijen yang akurat."

Serangan tersebut menewaskan kepala staf Hamas untuk Tepi Barat dan seorang pejabat senior lainnya yang diduga berada di balik serangan mematikan terhadap warga Israel.

Serangan tersebut terjadi di lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah barat, di mana ribuan orang berlindung setelah banyak yang mengungsi dari daerah timur kota yang menjadi sasaran serangan darat Israel lebih dari dua minggu yang lalu.

"IDF menyadari adanya laporan yang mengindikasikan bahwa sebagai akibat dari serangan dan kebakaran yang disulut, beberapa warga sipil di daerah itu terluka. Insiden ini sedang ditinjau," tambah militer Israel.

Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, menyebut serangan di Rafah sebagai "pembantaian" dan menyalahkan Amerika Serikat karena telah membantu Israel dengan senjata dan uang. "Serangan udara membakar tenda-tenda, tenda-tenda meleleh, dan tubuh orang-orang juga meleleh," kata salah satu warga yang tiba di rumah sakit Kuwait di Rafah.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan bahwa rumah sakit lapangannya di Rafah menerima banyak korban, sementara rumah sakit-rumah sakit lainnya juga kewalahan dengan banyaknya pasien.

Militer Israel mengatakan delapan rudal diidentifikasi menyeberang dari daerah Rafah ke Tel Aviv. Israel tetap melakukan operasi di Rafah meskipun ada keputusan dari pengadilan tertinggi PBB pada hari Jumat yang memerintahkan untuk berhenti menyerang kota tersebut.

Sejumlah rudal berhasil dicegat, katanya. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Dalam sebuah pernyataan di saluran Telegram, Brigade Hamas al-Qassam mengatakan bahwa roket-roket tersebut diluncurkan sebagai tanggapan atas "pembantaian Zionis terhadap warga sipil."

Tank-tank Israel telah terlihat di sekitar tepi Rafah, dekat titik penyeberangan dari Gaza ke Mesir, tetapi belum memasuki kota. Rafah terletak sekitar 100 km sebelah selatan Tel Aviv.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan kabinet perangnya pada hari Minggu untuk membahas kelanjutan operasi di Rafah. Israel berargumen bahwa keputusan pengadilan PBB memberikan ruang untuk melakukan aksi militer di sana.

Israel mengatakan ingin membasmi para pejuang Hamas yang bersembunyi di Rafah dan menyelamatkan para sandera yang katanya ditahan di daerah tersebut, namun serangannya telah memperburuk keadaan warga sipil dan menimbulkan protes internasional. (*)

Sumber: Reuters
Penerjemah: Aria (mk) | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.