
ISLAMABAD (Lenteratoday) – Suhu udara di provinsi Sindh, Pakistan selatan, naik di atas 52 derajat Celcius, mendekati rekor tertinggi di negara tersebut di tengah gelombang panas yang sedang berlangsung, kata kantor meteorologi pada hari Senin (27/5/2024).
Di Mohenjo Daro, suhu mencapai 52,2 derajat Celcius selama 24 jam terakhir, kata seorang pejabat senior Departemen Meteorologi Pakistan, Shahid Abbas, dikutip dari Reuters, Selasa (28/5/2024). Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama musim panas sejauh ini, mendekati rekor tertinggi di kota dan negara ini, masing-masing 53,5 C dan 54 C.
Suhu ekstrim di seluruh Asia selama bulan lalu kemungkinan besar memburuk akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, kata sebuah tim ilmuwan internasional.
Di Mohenjo Daro, kota yang terkenal dengan situs-situs arkeologi Peradaban Lembah Indus, suhu panas menyebabkan toko-toko hampir tidak ada pengunjungnya.
"Para pelanggan tidak datang ke restoran karena suhu yang sangat panas," kata Wajid Ali, pemilik kedai teh. "Saya mandi beberapa kali sehari untuk menyegarkan badan, tetapi tidak adanya listrik dan panasnya cuaca membuat kami sangat tidak nyaman."
Dokter lokal Mushtaq Ahmed menambahkan bahwa penduduk setempat lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah atau di dekat sumber air.
Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Pakistan terjadi pada tahun 2017 di kota Turbat dengan 54 derajat Celcius, suhu terpanas kedua di Asia dan keempat tertinggi di dunia, kata Sardar Sarfaraz, Kepala Meteorologi di Departemen Meteorologi Pakistan.
Gelombang panas akan mereda di Mohenjo Daro dan daerah sekitarnya, namun diperkirakan akan melanda daerah lain di Sindh, termasuk Karachi, kota terbesar di Pakistan.
"Pakistan adalah negara kelima yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim," kata Rubina Khursheed Alam, koordinator perdana menteri untuk iklim. Pemerintah sedang menjalankan kampanye kewaspadaan karena gelombang panas.
Sumber: Reuters/Penerjemah: Aria (mk)|Editor: Arifin BH