06 April 2025

Get In Touch

Serdadu Mesir Tewas, Baku Tembak dengan Tentara Israel

Warga Palestina terlihat di lokasi serangan udara Israel terhadap tenda-tenda pengungsi di dekat kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada (27/5/2024) -Xinhua
Warga Palestina terlihat di lokasi serangan udara Israel terhadap tenda-tenda pengungsi di dekat kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada (27/5/2024) -Xinhua

TEL AVIV (Lenteratoday) - Seorang prajurit Mesir tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel di penyeberangan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza, menurut laporan dari radio Israel Kan pada Senin (27/5/2024).

Penyebab penembakan tidak disebutkan dan tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan dalam pemberitaan tersebut.

Portal berita Israel Ynet melaporkan tidak ada korban jiwa di antara prajurit angkatan bersenjata Israel (IDF) akibat dari baku tembak tersebut.

Beberapa waktu kemudian masih pada hari yang sama, angkatan bersenjata Mesir mengkonfirmasi kematian seorang tentara Mesir dalam insiden bersenjata dengan pasukan Israel.

“Angkatan bersenjata Mesir, dengan bantuan otoritas terkait, sedang melakukan penyelidikan atas insiden penembakan di wilayah perbatasan Rafah, yang menewaskan orang yang bertanggung jawab atas keamanan,” kata juru bicara militer Mesir, Kolonel Abdel-Hafez Gharib dalam sebuah pernyataan.

Sebagaimana diwartakan, Israel mengirim pasukan ke kota Rafah pada 7 Mei, tujuh bulan setelah serangan gerakan Palestina Hamas di wilayah Israel yang memicu eskalasi konflik terburuk di Jalur Gaza dalam beberapa dekade.

Kabinet perang Israel berjanji untuk memperluas operasi di daerah Rafah tersebut sampai mencapai tujuan yang dinyatakan untuk melenyapkan semua pejuang Hamas.

Tak ada negosiasi gencatan senjata

Sementara itu, Hamas telah memberi tahu para mediator bahwa mereka takkan berpartisipasi dalam perundingan gencatan senjata di Jalur Gaza atau kesepakatan pertukaran tawanan setelah serangan Israel di Kota Rafah, Gaza selatan, Ahad malam (26/5/2024), kata satu sumber dalam gerakan tersebut pada Senin (27/5/2024).

Sumber tersebut mengatakan kepada Xinhua bahwa keputusan itu dibuat sebagai tanggapan atas penyerangan tentara Israel ke tenda-tenda yang menampung warga sipil di barat laut Rafah yang menewaskan dan melukai puluhan orang.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa pimpinan Hamas belum menerima pemberitahuan resmi dari para mediator di Mesir atau Qatar mengenai dimulainya kembali perundingan.

Sedikitnya 45 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di dekat kota Rafah, otoritas kesehatan Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan pers pada hari Senin (27/5/2024).

Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Beirut pada hari Senin (27/5/2024) bahwa "Israel tidak akan menerima para sandera kecuali sesuai dengan persyaratan yang kami ajukan kepada para mediator.” (*)

Sumber: Antara/Xinhua/Penerjemah: yuda (mk)|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.