06 April 2025

Get In Touch

Israel Bantah Serangan di Rafah yang Tewaskan 21 Orang

Tank Israel memasuki wilayah Gaza. (Reuters)
Tank Israel memasuki wilayah Gaza. (Reuters)

YERUSALEM (Lenteratoday) – Militer Israel membantah telah menyerang sebuah kamp tenda di sebelah barat Rafah pada hari Selasa (28/5/2024). Pernyataan tersebut timbul setelah otoritas kesehatan Gaza mengatakan bahwa penembakan tank Israel telah menewaskan sedikitnya 21 orang di sebuah wilayah yang telah ditetapkan Israel sebagai zona evakuasi sipil.

Dikutip dari Reuters, militer Israel kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Berlawanan dengan laporan-laporan dari beberapa jam terakhir, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) tidak melakukan serangan di Area Kemanusiaan di Al-Mawasi”.

Di pusat kota Rafah, tank-tank dan kendaraan lapis baja yang dilengkapi dengan senapan mesin terlihat di dekat masjid Al-Awda, salah satu landmark kota tersebut, kata para saksi mata kepada wartawan Reuters, Selasa. Militer Israel mengatakan bahwa pasukannya terus beroperasi di daerah Rafah, tanpa mengomentari laporan mengenai kemajuan infanteri yang dilaporkan menuju ke pusat kota.

Sebelumnya, menentang seruan Mahkamah Internasional, tank-tank Israel maju ke jantung kota Rafah untuk pertama kalinya setelah satu malam pengeboman besar-besaran. Spanyol, Irlandia, dan Norwegia secara resmi mengakui negara Palestina, sebuah langkah yang semakin memperdalam isolasi internasional Israel.

Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, menegaskan kembali penentangannya terhadap serangan darat Israel yang besar di Rafah tetapi mengatakan bahwa pihaknya tidak percaya operasi semacam itu sedang berlangsung.

Menggambarkan pandangan AS tentang apa yang akan menjadi serangan besar di Rafah, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan kepada para wartawan bahwa hal itu akan melibatkan “sejumlah besar pasukan dalam kolom dan formasi dalam semacam manuver terkoordinasi terhadap beberapa target di lapangan.”

Israel mengatakan kepada sekitar satu juta warga sipil Palestina yang mengungsi akibat perang yang telah berlangsung selama hampir delapan bulan untuk mengungsi ke Al-Mawasi ketika melancarkan serangannya di Rafah pada awal Mei.

Semenjak itu, banyak yang telah melarikan diri dari Rafah, badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA melaporkan pada hari Selasa.

Serangan Israel di Rafah yang berlangsung selama tiga minggu telah memicu kemarahan internasional, terutama setelah sebuah serangan pada hari Minggu (26/5/2024) menyebabkan kebakaran di sebuah kamp tenda di distrik barat kota itu, menewaskan sedikitnya 45 orang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa korban sipil terjadi ketika “sesuatu yang tidak diinginkan terjadi secara tragis,” dan menegaskan serangan tersebut menargetkan dua anggota senior Hamas.

Militer Israel sedang menyelidiki kemungkinan bahwa amunisi yang disimpan di dekat kompleks target mungkin telah memicu kebakaran.

Pemerintahan Biden memantau penyelidikan ini dengan seksama, namun Wakil Presiden AS Kamala Harris mengatakan bahwa kata “tragis” tidak bisa menggambarkan insiden tersebut. Meskipun demikian, AS tidak akan menghentikan bantuan militernya kepada Israel.

Para pemimpin dunia menyuarakan keprihatinan atas kebakaran di zona kemanusiaan Rafah, yang menjadi tempat perlindungan bagi keluarga-keluarga yang tercerai-berai akibat pertempuran. Mereka mendesak pelaksanaan perintah Pengadilan Dunia pekan lalu untuk menghentikan serangan Israel.

Duta Besar Aljazair untuk PBB, Amar Bendjama, mengumumkan bahwa negaranya akan mengajukan rancangan resolusi untuk “menghentikan pembunuhan di Rafah” setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa. Arab Saudi menuduh Israel melakukan “pembantaian genosida” dengan menargetkan tenda-tenda Palestina di Rafah dan meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya.

Sementara itu, Mesir, Qatar, dan AS berusaha menghidupkan kembali pembicaraan mengenai gencatan senjata dan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas, tetapi upaya tersebut terhambat oleh serangan Israel ke Rafah.

Saluran TV Al-Qahera News melaporkan bahwa Israel telah menyampaikan proposal gencatan senjata terbarunya kepada Qatar, yang kemudian akan memberikannya kepada Hamas.

Namun, Hamas menyatakan bahwa mediasi tidak ada gunanya kecuali Israel mengakhiri serangannya di Rafah. (*)

Sumber: Reuters
Penerjemah: Aria (mk) | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.