04 April 2025

Get In Touch

Narkoba Beredar Lewat Aceh, DPR Ingatkan Kepolisian dan BNN agar Tidak Lengah

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan saat pertemuan dengan Polda Aceh dan Kanwil Kumham Aceh - dok DPR
Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan saat pertemuan dengan Polda Aceh dan Kanwil Kumham Aceh - dok DPR

JAKARTA (Lenteratoday) - Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan meminta agar Kepolisian maupun BNN tidak lengah dalam mengawasi peredaran narkoba yang masuk ke Indonesia, melalui Aceh.

Terlebih, menurutnya, Aceh dan Sumatera Utara, selama ini terkenal menjadi salah satu jalur perdagangan yang strategis di Indonesia.

"Sekali lagi Mabes Polri harus menumpahkan pikirannya untuk masuk (mengawasi) ke Aceh. Begitu juga BNN yang menjadi leading sector untuk mencegah namanya interdiksi atau masuknya barang barang haram jadah ini, ya, narkoba," kata Hinca dilansir DPR, Senin (3/6/2024).

Hal itu ditegaskan Hinca usai pertemuan dengan Polda Aceh dan Kanwil Kumham Aceh dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Banda Aceh, Aceh.

Selain menyoroti terkait persoalan pengungsi Rohingya, juga menyoroti indikasi adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berada di Aceh.

Hinca mengaku khawatir jika penyelundupan manusia berkamuflase dengan pengungsi Rohingya yang memaksa untuk masuk. Bahkan, bisa saja TPPO tersebut terkait bagaimana dengan narkoba.

"Komisi III ngelihat enggak lagi cuma tindak pidana penyelundupan orang. Kalau orang saja bisa begitu cepat masuk, apalagi narkoba. Sehingga ada kesan ketika semua orang fokus kepada pengungsi, narkoba menjadi lebih leluasa masuknya," jelasnya.

Disampaikan Politisi Fraksi Partai Demokrat itu bahwa pintu masuk ke Indonesia itu datangnya sangat potensial dari Aceh dan Sumatera Utara.

Reporter: Sumitro|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.