
SURABAYA (Lenteratoday) - Sebanyak 26.000 sertifikat seminar yang menjadi hak sejumlah perawat masih nyantol di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Padahal sertifikat itu dibutuhkan sebagai perolehan satuan kredit profesi (SKP) para perawat bila mengajukan perpanjangan surat izin praktik perawat (SIPP) sebagai persyaratan berpraktik/bekerja.
SIPP adalah surat izin praktik perawat yang diberikan pemerintah sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik keperawatan. Untuk memperpanjang SIPP aturan terbaru sesuai Undang-Undang Omnibus Law No.17/2023 sebanyak 50 SKP, sebelumnya hanya 25 SKP.
“Perubahan ini sempat mengguncang Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga Ikatan Bidan Indonesia (IBI) atau organisasi profesi yang lain. Kebijakan yang lain adalah untuk mendapatkan SKP sudah tidak bisa lagi dilakukan organisasi profesi,” ungkap Ketua DPD PPNI Surabaya Dr. Nuh Huda, Skep, Ns, MKep, SpKMB, usai melantik kepengurusan antar waktu Dewan Komisariat Perawat RSIA Putri Surabaya 2024-2027, Rabu (5/6/2024).
Lebih lanjut dijelaskan, penyelenggara seminar yang diakui harus terakreditasi Kemenkes. Artinya, bila mengikuti seminar ataupun workshop SKP yang diakui hanya dari Kemenkes RI atau yang sudah terakreditasi, di luar lembaga tersebut tidak diakui karena semua integral masuk dalam sistem tersebut.
“Di Surabaya ada 5 lembaga yang sudah terakreditasi Kemenkes RI, di antarnya; Pusbagdiklat PPNI DPW Jatim, RSPAL Dr Ramlan, RS Haji, Rumah Sakit Dokter Soetomo. Ya untuk sertifikat yang belum turun, kita hanya bisa menunggu,” papar Nuh Huda.
Sementara dalam pelantikan antar waktu DPK RSIA Putri dilakukan karena ketua sebelumnya Dina Trisnowati SKep. Ns berhalangan digantikan Sutin, SKep., Ns, Koordinator Kamar Operasi di RSIA Putri. Penggantian antar waktu tersebut juga dilakukan penggantian sekretaris yang kini dijabat Aprilia Suratin Pamilu., S. Kep., Nsdan Bendahara dijabat Eva Martha Chrismasari., S.Kep.,Ns
“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab tidak mudah bagi saya untuk melanjutkan kepengurusan antar waktu ini. Saya sangat membutuhkan bantuan dukungan dan dorongan kerjasama dari seluruh rekan-rekan anggota DPK PPNI RSIA Putri,” ujar Sutin saat menyampaikan sambutan usai dilantik.
Ditambahkan, untuk kelancaran tugas diharapkan selalu mendapatkan bimbingan DPD PPNI Surabaya. Sebagai pengurus baru, sangat membutuhkan masukan dan saran di bidang keorganisasian maupun dalam peningkatan profesionalisme perawat secara nasional.
“Kami bangga menjadi bagian organisasi PPNI dan ingin turut berkontribusi maksimal demi kejayaan PPNI dan sebagai perawat profesional yang andal dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (*)
Reporter: Santi Andriana | Editor : Lutfiyu Handi