
MALANG (Lenteratoday) - Edukasi dan vaksinasi menjadi kunci utama dalam pencegahan pneumonia pada anak. Hal ini disampaikan dalam talkshow yang dilakukan oleh Persada Hospital dengan tema “Pentingnya Pencegahan Pneumonia pada Anak Sejak Dini," Sabtu (8/6/2024) kemarin.
Dr. dr. Irene Ratridewi, Sp. A (K), M. Kes., dari Persada Hospital mengatakan, pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang dapat berakibat fatal. Menjadi ancaman serius bagi anak-anak di seluruh dunia. Di Indonesia, menurutnya telah lebih dari 19.000 balita kehilangan nyawa setiap tahunnya akibat penyakit ini.
"Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) adalah cara tepat untuk mencegah penyakit pneumonia. Imunisasi PCV lengkap diberikan secara berkala pada bayi di usia 2, 4, 6, dan 12 – 15 bulan," ujar dr. Irene.
Irene menambahkan, pneumonia dapat menyebar melalui beberapa cara, termasuk melalui udara (melalui batuk atau bersin), darah, khususnya selama atau setelah kelahiran, atau melalui permukaan yang terkontaminasi.
Sekitar 50 persen kematian anak akibat pneumonia, sambungnya, sangat berkaitan erat dengan polusi udara. "Sistem kekebalan tubuh yang sehat biasanya melindungi tubuh dari infeksi, tetapi ada banyak faktor yang dapat melemahkan perlindungan ini, salah satunya adalah polusi udara," tambahnya.
Dalam hal ini, dr. Irene menuebutkan, pneumonia tidak hanya disebabkan oleh satu jenis patogen saja. Namun bakteri, virus, atau jamur yang ada di udara dapat menjadi penyebabnya.
Kondisi ini menurutnya sangat serius dan harus diwaspadai oleh orangtua karena dapat menyebabkan komplikasi berbahaya atau bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
"Anak-anak yang terkena pneumonia akan mengalami kesulitan dan rasa sakit saat bernapas karena paru-paru mereka berisi nanah dan cairan. Termasuk demam, batuk, dan napas berbunyi (wheezing)," tuturnya.
Sedangkan, untuk infeksi biasanya juga diawali dengan infeksi saluran pernapasan atas, seperti pada hidung dan tenggorokan, yang kemudian berkembang ke paru-paru dan menyebabkan penumpukan cairan, menghambat aliran udara di paru-paru, dan berujung pada gangguan pernapasan.
Tak perlu cemas, dr. Irene juga mengungkapkan, seluruh kematian akibat pneumonia dapat dicegah. Menurutnya, dengan imunisasi, khususnya vaksin Hib, pneumococcus, campak, dan pertussis, merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak-anak dari pneumonia.
Reporter: Santi Wahyu / Co-Editor: Nei-Dya