05 April 2025

Get In Touch

Penumpang Korban Turbulensi Singapore Airlines Ditawari Kompensasi Rp 407,5 Juta

Pesawat maskai Singapore Airlines.(foto/ist.antara)
Pesawat maskai Singapore Airlines.(foto/ist.antara)

SINGAPURA (Lenteratoday) - Singapore Airlines menawarkan kompensasi hingga 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp407,5 juta, kepada penumpang yang terluka dalam penerbangan yang mengalami turbulensi pada Mei 2024 lalu dalam perjalanan dari Inggris ke Singapura.

“Penumpang yang dinilai secara medis mengalami cedera serius, memerlukan perawatan medis jangka panjang dan meminta bantuan keuangan akan diberikan pembayaran di muka sebesar 25.000 dolar AS untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka,” kata pihak maskapai tersebut dilansir Antara, Rabu(12/6/2024).

Bagi penumpang yang menderita luka serius akibat insiden tersebut, maskapai telah mengundang korban untuk mendiskusikan tawaran kompensasi ketika mereka sudah sehat dan siap melakukan pembicaraan. Kompensasi itu, menurut pihak maskapai ditujukan untuk memenuhi kondisi spesifik penumpang.

“Ini akan menjadi bagian dari kompensasi akhir,yang akan diterima para penumpang tersebut,” kata Singapore Airlines melalui pernyataan.

Sedangkan bagi penumpang yang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut, pihak maskapai telah menawarkan kompensasi sebesar 10.000 dolar AS atau sekitar Rp163 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerbangan Singapore Airlines SQ321 dari London ke Singapura mengalami turbulensi parah yang membuat pilot melakukan pendaratan darurat di ibu kota Thailand, Bangkok. Kejadian tersebut mengakibatkan satu penumpang meninggal dan beberapa lainnya luka-luka.

Maskapai itu juga telah mengembalikan sepenuhnya, biaya tiket pesawat kepada penumpang. Pihaknya juga memberikan bantuan tunai kepada semua penumpang, untuk memenuhi pengeluaran biaya setelah mereka berangkat dari Bangkok.

Penyelidik telah menemukan bahwa penurunan ketinggian, menjadi penyebab di balik turbulensi udara selama penerbangan. Tim penyelidik dari Singapura yang didampingi para pejabat Amerika Serikat dan Boeing, mengatakan gaya gravitasi penerbangan juga berfluktuasi yang mengakibatkan turbulensi.

Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.