
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, seluruh camat dan lurah yang ada di Kota Palangka Raya diminta untuk gencar mensosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih kepada masyarakat.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini menilai langkah ini perlu dilakukan dalam rangka mendorong suksesnya proses Pilkada 2024. Hal ini guna mencegah, adanya warga yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput).
"Kami menyarankan para camat dan lurah untuk memanfaatkan berbagai acara atau kegiatan, sebagai sarana untuk mensosialisasikan pentingnya menggunakan hak pilih," papar Norhaini, Kamis(13/6/2024).
Ia menuturkan jangan sampai terulang kembali kesalahan yang terjadi pada Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden pada Februari 2024 lalu, yang mana didapati dua orang oknum warga Kota Palangka Raya yang harus berurusan dengan polisi. Karena menyalahgunakan hak pilih orang lain untuk mencoblos.
Untungnya perbuatan tersebut diketahui oleh petugas, dan oknum pelaku telah ditindak sesuai aturan yang berlaku. Dapat dibayangkan jika dalam prosesnya sudah melanggar aturan, bagaimana nantinya jika anggota legislatif atau presiden terpilih dapat mempertanggung jawabkan jabatannya.
"Karena adanya kecurangan, tentu akan berdampak besar terhadap tatanan politik di Kota Palangka Raya," ucapnya.
Selanjutnya Norhaini mengingatkan sangat disayangkan, jika ada warga yang memutuskan untuk tidak memilih atau golput. Karena satu suara sangat berarti, dalam menentukan bagaimana nasib Kota Palangka Raya untuk lima tahun ke depan nanti.
“Contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi seperti PKK, rapat di kecamatan atau kelurahan, hingga pertemuan warga di tingkat RT/RW,” ujarnya.
Norhaini menambahkan momen Pilkada merupakan bagian dari perayaan pesta demokrasi, karena itu sudah seharusnya seluruh lapisan masyarakat saling bersinergi dalam mensukseskan pelaksanaannya.
Ia juga meminta kepada pihak penyelenggara Pilkada agar dapat menjalankan tugas seoptimal mungkin, penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi prinsip keadilan.
"Hal ini karena di tangan para penyelenggara Pilkada, sebagai wadah utama dari titik netralitas pelaksanaannya," pungkasnya.
Reporter:Novita/Editor:Ais